TRENGGALEK – Nampaknya kompetensi teknis menjadi momok guru honorer K2 dalam seleksi P3K. Hal itu terbukti karena rata-rata peserta seleksi tidak mampu melampaui nilai ambang batas atau passing grade.
Bahkan jika hasil murni ditambahkan nilai afirmasi total 125 point, masih belum mampu menyentuh passing grade. Hal itulah yang dialami honorer K2 di Trenggalek.
Bahkan seperti yang di ungkapkan Totok Rudijanto, selaku Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menyebutkan dari 41 tenaga honorer K2 yang ada di Trenggalek, hanya ada 14 orang yang kemungkinan lolos passing grade.
Baca Juga : Jagung Ludes Tak Tersisa, Pemdes Salamrejo Trenggalek Buat Sayembara Berburu Tikus
Hal senada juga disampaikan Sugiyono selaku Ketua Forum Guru Honorer K2. Pihaknya mengaku bahwa rata-rata peserta honorer K2 jatuh pada kompetensi teknis.
Pihaknya berharap Pemerintah ada pengecualian untuk pada honorer kategori dua. Pasalnya dengan usia serta masa pengabdian yang sudah mencapai puluhan tahun sudah selayaknya mendapat keringanan berupa penurunan passing grade atau penambahan point afirmasi.
Baca Juga : Peroleh Bantuan Puluhan Ribu Vaksin, Pemkab Trenggalek Gelar Vaksinasi Masal






