RagamWarta.com – Penyakit diabetes terus meningkat di Kabupaten Trenggalek. Jumlah penderita diabetes mencapai 6.919 orang hanya dalam enam bulan pertama di tahun 2024.
Data tersebut dikumpulkan dari berbagai Puskesmas di wilayah Trenggalek dan tertu hal ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan bagi kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Trenggalek, Sunarto, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama peningkatan kasus diabetes ini adalah pola hidup tidak sehat.
“Banyak generasi muda yang tidak sadar akan risiko diabetes, terutama karena pola makan yang tidak sehat dan gaya hidup yang kurang aktif,” jelas Sunarto saat dikonfirmasi awak media, Selasa (10/9/2024).
Gaya hidup modern yang serba praktis turut berkontribusi pada peningkatan kasus diabetes ini. Kebiasaan mengonsumsi minuman kemasan yang mengandung pemanis buatan, serta makanan cepat saji, menjadi pilihan yang lazim di kalangan anak muda.
“Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula menjadi faktor risiko utama yang perlu segera ditangani,” tambahnya.
Selain itu, rendahnya kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin juga memperburuk keadaan.
“Hanya sedikit anak muda yang rutin memeriksakan kadar gula darah mereka, sehingga banyak yang tidak menyadari telah mengidap diabetes sampai kondisi sudah parah,” kata Sunarto.
Aktivitas merokok juga menjadi faktor risiko lain yang seringkali diabaikan. Apalagi tidak sudah banyak diketahui jika merokok tidak ada dampak positifnya sama sekali bagi tubuh manusia.
“Generasi muda perokok memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita diabetes, selain juga berisiko terhadap berbagai penyakit lain seperti gangguan pernapasan dan penyakit jantung,” jelasnya.
Sunarto juga menekankan akan pentingnya edukasi dan promosi kesehatan. Khususnya di kalangan generasi muda, untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya diabetes dan cara pencegahannya.
“Kami berharap agar generasi muda lebih peduli dengan kesehatan mereka, mulai dari membatasi konsumsi gula, berolahraga secara teratur, hingga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” harapnya.
Dengan adanya peningkatan kasus diabetes yang signifikan ini, pemerintah daerah Kabupaten Trenggalek akan memperkuat kampanye dan edukasi kesehatan di sekolah-sekolah dan komunitas.
Upaya tersebut dilakukan agar generasi muda di Trenggalek dapat terhindar dari risiko diabetes sejak dini.
“Diabetes bisa dicegah, dan pencegahan itu dimulai dari gaya hidup sehat sejak usia muda,” pungkas Sunarto.






