RagamWarta.com – Lagi – lagi kebakaran musim kemarau kembali terjadi di kabupaten Trenggalek. Setidaknya tiga rumah di RT 29 RW 05 Dusun Gares Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo ludes dilahap si jago merah.
Penanganan sigap dan tanggap dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) mampu mengurangi dampak yang semakin meluas. Akibat kejadian ini kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, Selasa (5/9/2023).
“Peristiwa tersebut terjadi hari Senin kemarin. Mendapat laporan dari masyarakat kami lekas tanggap menuju lokasi. Di setiap musim kemarau memang kasus terbanyak terjadi kebakaran. Berdasarkan pantauan diketahui awal mula kebakaran terjadi di dapur korban,” ungkap Stefanus Triadi Atmono selaku Pelaksana teknis Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasatpol-PP dan Damkar) Kabupaten Trenggalek.
Awal pelaporan dari warga pada pukul 10.25 WIB dan kebakaran dinyatakan usai sekira pukul 11.30 WIB. Satpol-PP dan Damkar menurunkan armada mobil pemadam sebanyak 2 unit mobil.
Jarak perjalanan yang di tempuh sekitar 46 KM dengan medan tempuh pegunungan berkelok. Sedangkan ketiga korban terdampak adalah Sumaji (55), Imam Kusairi (42) dan Marfuatin (58).
Tambah Triadi, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Petugas sedikit bersusah payah dengan kondisi angin kencang saat kebakaran terjadi. Sebenarnya ini sudah tidak menjadi kendala lagi.
“Karena memang faktor tersebut tidak bisa diantisipasi dan hanya kesigapan matang yang mampu mengisolasi dampak luas kebakaran. Kinerja sigap ini masih berujung pada total kerugian yang ditaksir mencapai 215 juta rupiah,” ujarnya.
Proses kebakaran bermula dari kepulan asap yang menjulang dari dapur Sumaji. Dapur tersebut berada di belakang dengan kontruksi papan kayu. Ketika diverifikasi pelapor diketahui bahwa api telah meluap-luap dan langsung menghubungi petugas yang bersiaga. Angin yang kencang menyebabkan rumah Kusairi yang berada di Utara dan Marfuatin yang berada di Selatan ikut terbakar hebat.
“Saat pelaporan kondisi dapur sudah terbakar hebat. Mengetahui pelaporan petugas tinggal langsung berangkat. Persiapan penanganan sudah disiapkan dan tertata rapi sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk petugas segera berangkat,” tutup Triadi.






