Lansia Ponorogo Hilang Ditemukan Meninggal di Hutan Trenggalek, Diduga Kelaparan dan Hipotermia

Minggu, 29 Maret 2026 - 22:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas tengah memasukan jenazah Nandim (80) kedalam kantong jenazah untuk dibawa ke visum di faskes terdekat. (Foto : Istimewa)

Petugas tengah memasukan jenazah Nandim (80) kedalam kantong jenazah untuk dibawa ke visum di faskes terdekat. (Foto : Istimewa)

RagamWarta.com – Lansia Ponorogo hilang ditemukan meninggal dunia di kawasan hutan Perhutani Petak 12 Dompyong, Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan, Trenggalek, Minggu (29/3/2026).

Korban diketahui bernama Nandim (80), warga Desa Bedoho, Kecamatan Sooko, Ponorogo. Ia dilaporkan telah meninggalkan rumah sejak 21 Maret 2026 sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa sekitar sepekan kemudian.

Kapolsek Bendungan AKP Rudi Sugiarto membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Ia menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga yang tengah mencari rumput di area hutan sekitar pukul 10.30 WIB.

“Karena takut, saksi kemudian pulang dan melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT, lalu diteruskan ke kepala desa dan dilaporkan ke Polsek Bendungan,” jelas AKP Rudi dikutip dari Suara Trenggalek.

Mendapat laporan itu, aparat kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Bendungan serta perangkat desa langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil identifikasi, ciri-ciri korban sesuai dengan informasi orang hilang yang sebelumnya beredar di grup WhatsApp “Lintas Sektor Bendungan”. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Polsek Sooko, Ponorogo, untuk memastikan identitas korban.

Hasilnya, korban dipastikan merupakan warga Ponorogo yang telah dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.

Berdasarkan pemeriksaan luar yang dilakukan tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, kondisi jasad menunjukkan adanya pembengkakan pada bagian perut.

“Dari hasil visum luar dan keterangan saksi, korban diduga meninggal akibat kelaparan dan hipotermia,” ujarnya.

Selain melakukan identifikasi, petugas juga mengamankan sejumlah barang yang melekat pada tubuh korban, di antaranya baju batik lengan panjang, celana panjang, serta songkok berwarna hitam.

Pihak keluarga korban telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan prosesi keagamaan.

Berita Terkait

Bantuan Sosial Kemensos Trenggalek Rp191 Juta Disalurkan ke 68 Warga, Ini Syarat Penerimanya
Pegawai DPMD Trenggalek Ditemukan Meninggal di Mushola, di Duga Serangan Jantung
Vonis Masduki Bertambah, Total Hukuman Jadi 11 Tahun Penjara
Fortuner Tertimpa Batu di Trenggalek-Ponorogo Km 16, Jalur Ditutup Total Sementara
Balita di Banaran Tenggelam di Kubangan Galian C, Diduga Terpeleset Saat Bermain
Pelaku Arisan Bodong Trenggalek Ditangkap, Sempat Kabur ke Timor Leste
Pembersihan Sedimen Jembatan Ngasinan, Mumpung Cuaca Cerah
Basarnas Trenggalek Evakuasi Nelayan, Terapung 4 Jam di Laut Ditemukan Selamat di Teluk Prigi

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 16:22 WIB

Pegawai DPMD Trenggalek Ditemukan Meninggal di Mushola, di Duga Serangan Jantung

Kamis, 23 April 2026 - 19:08 WIB

Vonis Masduki Bertambah, Total Hukuman Jadi 11 Tahun Penjara

Kamis, 16 April 2026 - 14:12 WIB

Fortuner Tertimpa Batu di Trenggalek-Ponorogo Km 16, Jalur Ditutup Total Sementara

Selasa, 14 April 2026 - 18:06 WIB

Balita di Banaran Tenggelam di Kubangan Galian C, Diduga Terpeleset Saat Bermain

Kamis, 2 April 2026 - 16:08 WIB

Pelaku Arisan Bodong Trenggalek Ditangkap, Sempat Kabur ke Timor Leste

Berita Terbaru

Suasana pertemuan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dengan perwakilan Kepala Desa di area Bendungan Bagong, Kecamatan Bendungan, Trenggalek, Rabu (30/4/2026).

Berita

Gibran ke Trenggalek, Warga Sampaikan 5 Aspirasi Krusial

Kamis, 30 Apr 2026 - 14:08 WIB