RagamWarta.com – Jelang Iduladha, pasar hewan Trenggalek yang berada di Kelurahan Tamanan dapat pengawasan ketat dari petugas kesehatan hewan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanakan) Trenggalek.
Pemeriksaan kali ini dilakukan untuk memastikan sapi dan kambing yang diperjualbelikan di pasar hewan dalam kondisi sehat dan layak untuk dijadikan hewan kurban saat idul Adha 27 Mei 2026 nanti.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet), Ririn Hari Setiani mengatakan, seluruh hewan ternak yang diperjualbelikan di pasar tersebut berasal dari wilayah Kabupaten Trenggalek.
“Alhamdulillah di sini tidak ada yang sakit yang dijual oleh para pedagang,” ujarnya saat meninjau Pasar Hewan, Senin (11/5/2026).
Dijelaskan Ririn, sapi dan kambing yang masuk ke pasar hewan Trenggalek berasal dari berbagai kecamatan, mulai dari Pule, Bendungan, Dongko, Kebonagung, hingga wilayah lainnya.
Menurutnya, secara fisik kondisi hewan ternak yang diperjualbelikan terlihat sehat. Pengawasan tidak hanya dilakukan di pasar, tetapi juga saat petugas melakukan vaksinasi ke para pedagang ternak di berbagai lokasi.
“Kalau di luar pasar, saat vaksinasi berjalan kami juga mendatangi pedagang kambing, domba maupun sapi. Biasanya mereka juga memanggil kami untuk vaksinasi dan karantina,” jelasnya.
Ririn menambahkan, capaian vaksinasi ternak tahap pertama di Kabupaten Trenggalek telah mencapai 100 persen.
Sementara untuk vaksinasi tahap kedua saat ini sudah lebih dari 50 persen dan ditargetkan selesai pada awal Juni mendatang.
“Total vaksinasi tahap satu dan dua sekitar 24 ribu dosis,” katanya.
Selain memastikan kesehatan hewan, pihaknya juga mengawasi lalu lintas ternak yang akan dikirim ke luar daerah. Saat ini, pengurusan dokumen kesehatan hewan telah menggunakan sistem berbasis aplikasi.
“Untuk memorandum, surat keterangan kesehatan hewan dan administrasi lainnya sekarang sudah memakai aplikasi,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ririn juga membagikan tips memilih hewan kurban yang sehat. Menurutnya, masyarakat perlu memperhatikan kondisi fisik hewan sebelum membeli.
“Dilihat dari penampakan fisiknya harus lincah, tidak ada kotoran di mata maupun anus, sinar matanya bagus, suaranya juga baik dan nafsu makannya normal,” terangnya.
Selain itu, pembeli juga diminta memperhatikan kondisi gigi hewan agar usia ternak sesuai syarat untuk kurban.
“Kadang ada yang giginya dipaksakan dicabut supaya terlihat sudah cukup umur, padahal sebenarnya belum. Itu juga harus diperhatikan,” pungkasnya.






