RagamWarta.com – Dunia Esports Trenggalek makin menggeliat seiring tingginya antusiasme generasi muda terhadap turnamen Mobile Legend yang diselenggarakan Cafe Oasis and Pool, Sabtu (25/4/2026) kemarin.
Dan baiknya lagi turnamen semacam ini justru mendapat perhatian dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Trenggalek.
Pemilik Cafe Oasis and Pool, Ahmad Maroziq mengatakan bahwa turnamen esports yang digelar merupakan bentuk respon terhadap tingginya minat anak muda di dunia game kompetitif.
“Kami melihat esports bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga potensi besar untuk berkembang. Tujuan kami adalah menyediakan wadah yang positif, mempererat silaturahmi komunitas, serta menghadirkan hiburan menarik di Cafe Oasis and Pool,” ujarnya.
Dalam menentukan nomor pertandingan, pihaknya mengaku tidak sembarangan. Popularitas game, kekuatan komunitas, hingga daya tarik kompetitif menjadi pertimbangan utama.
“Kami memilih game yang memang diminati banyak kalangan dan memiliki sistem pertandingan yang seru, sehingga tidak hanya menarik bagi peserta tetapi juga penonton,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa Cafe Oasis and Pool tidak hanya ingin menjadi tempat nongkrong, tetapi juga pusat aktivitas komunitas esports di Trenggalek.
“Kami ingin cafe ini menjadi tempat yang nyaman bagi komunitas esports untuk berkembang dan menyalurkan bakat mereka secara positif,” jelasnya.
Dukungan Pemerintah Dan Inovasi Turnamen

Di balik penyelenggaraan turnamen, berbagai tantangan turut dihadapi. Mulai dari kestabilan jaringan internet, kesiapan perangkat, hingga koordinasi peserta dan promosi kegiatan.
“Semua itu menjadi bagian dari proses agar event berjalan lancar dan profesional, kami juga menggandeng salah satu provider penyedia jasa jaringan untuk memperkuat jaringan saat turnamen berlangsung,” katanya.
Wakil Sekretaris Umum ESI Trenggalek, Wildan Bisri, menambahkan bahwa kegiatan ini mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
Plt. Kepala Dispora Trenggalek, Arief Setiawan bahkan hadir langsung untuk memonitor jalannya turnamen sekaligus memberikan apresiasi kepada para peserta.
“Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan esports di daerah,” ujarnya.
Wildan menjelaskan, pada pelaksanaan Oasis Season 2, pihak penyelenggara menghadirkan skema baru dengan melarang juara Season 1 untuk kembali bertanding. Kebijakan ini diambil untuk membuka peluang lebih luas bagi tim lain.
“Ini juga menjadi langkah strategis untuk mencari bibit-bibit baru di dunia esports Trenggalek,” jelasnya.
Turnamen ini pun berhasil melahirkan juara baru dari tim Fighter Sport Apparel. Menariknya, sejumlah peserta yang terlibat masih berstatus pelajar tingkat SMP, yang dinilai memiliki potensi besar untuk pembinaan jangka panjang.
“Ini menjadi peluang besar bagi ESI untuk menjaring dan membina talenta-talenta muda yang nantinya bisa berprestasi di level yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Ke depan, turnamen Oasis direncanakan akan digelar secara berkelanjutan dengan dukungan dari ESI Kabupaten Trenggalek. Ahmad Maroziq berharap ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga memperkuat solidaritas komunitas.
“Saya berharap peserta bisa menjunjung tinggi sportivitas dan menikmati pertandingan. Ke depannya, kami ingin event ini semakin besar, rutin diadakan, dan mampu melahirkan pemain-pemain berbakat dari ESI Trenggalek,” tutupnya.






