RagamWarta.com – Silpa APBD 2025 Trenggalek jadi sorotan dalam rapat paripurna DPRD dengan agenda Penyampaian catatan strategis atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati.
Dalam rapat paripurna kali ini, DPRD Trenggalek menekankan agar sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tidak melebihi 5 persen agar program pembangunan berjalan optimal.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi menyampaikan bahwa Silpa tahun 2025 berada di kisaran angka tersebut. Namun ke depan, angka itu diharapkan bisa dikendalikan agar tidak melampaui batas ideal.
“Silpa kita di tahun 2025 itu sekitar 5 persen. Harapan kita ke depan tidak lebih dari angka itu,” ujar Doding Rahmadi usai pimpin rapat Paripurna, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, Silpa bukan sekadar sisa anggaran, tetapi di dalamnya terdapat sejumlah komponen penting seperti dana cadangan dan kewajiban belanja tertentu, termasuk kebutuhan pegawai.
“Di dalam Silpa itu ada dana cadangan, termasuk kewajiban belanja pegawai sekitar 2,5 persen dan lainnya. Jadi memang harus ada, tapi tetap kita batasi,” jelas polisi yang berangkat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.
Doding juga menegaskan bahwa pengendalian Silpa menjadi penting agar perencanaan anggaran lebih tepat sasaran dan tidak menyisakan terlalu banyak dana yang tidak terserap.
Jika Silpa terlalu besar, hal itu bisa menjadi indikator bahwa program tidak berjalan maksimal.
“Harapannya dengan Silpa yang terkendali, program-program yang sudah direncanakan bisa tercapai sesuai target,” pungkasnya.






