Jemaah Haji Trenggalek yang Wafat di Tanah Suci Jadi 3 Orang

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Trenggalek, Subkan Hamzah (kiri) bercengkrama dengan awak media.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Trenggalek, Subkan Hamzah (kiri) bercengkrama dengan awak media.

RagamWarta.com – Jumlah jemaah haji Trenggalek yang wafat di Tanah Suci kembali bertambah. Kali berasal dari Kelurahan Surondakan, Kecamatan Trenggalek.

Namanya Djemadi, Almarhum meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi, pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 17.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Djemadi tergabung dalam Kloter 105 KBIH NU.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Trenggalek, Subkan Hamzah membenarkan kabar duka tersebut sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Bapak Djemadi yang telah berpulang ke rahmatullah pada hari kemarin di Tanah Suci,” ujar Subkan, Jumat (12/6/2026).

Subkan menjelaskan, Almarhum Djemadi diketahui memiliki riwayat penyakit sebelum berangkat ke Arab Saudi.

Namun saat proses pemeriksaan kesehatan, almarhum dinyatakan memenuhi syarat istitaah sehingga diperbolehkan menunaikan ibadah haji.

Almarhum juga telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji sebelum akhirnya meninggal dunia di Tanah Suci.

Terkait penyebab pasti kematian, pihak Kemenhaj Trenggalek hingga kini masih menunggu informasi resmi dari pihak terkait.

“Beliau meninggal di kamar. Diagnosis sementara kami belum tahu pasti, apakah karena jantung atau penyebab lain,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang diterima dari keluarga saat proses takziah, Djemadi bahkan masih sempat berkomunikasi melalui panggilan video sesaat sebelum kabar duka diterima keluarga.

“Kemarin pihak keluarga menyampaikan almarhum masih sempat video call, makan seperti biasa, dan menanyakan kabar kesehatan. Karena ada pendampingan dari menantunya, seluruh kegiatan sebenarnya berjalan lebih nyaman,” tutur Subkan.

Selama berada di Arab Saudi, almarhum mendapatkan pendampingan dari menantunya melalui program penggabungan mahram. Pendampingan tersebut membantu Djemadi menjalankan aktivitas ibadah dengan lebih nyaman.

Kemenhaj Trenggalek Upayakan Jemaah Pulang Bersama

Subkan menegaskan seluruh proses pemulasaraan hingga hak asuransi bagi jemaah yang wafat di Tanah Suci akan ditangani oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

Sementara Kemenhaj Trenggalek bertugas membantu melengkapi dokumen administrasi yang dibutuhkan keluarga.

“Kelihatannya memang dihandle oleh Kanwil mungkin kita hanya melengkapi berkas-berkas. Seperti yang kurang itu kita lengkapi kalau nanti ada permintaan dari kami,” katanya.

Perlu diketahui, sebelum Almarhum Djemadi dilaporkan meninggal di tanah suci. Ada dua jemaah haji yang telah dilaporkan terlebih dahulu.

Yakni Sulastri asal Kelurahan Kelutan dan Suyudi asal Kelurahan Ngantru. Dengan demikian, total jemaah haji asal Trenggalek yang wafat selama pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 menjadi tiga orang.

Berita Terkait

Baru Berdiri 1 Tahun, D’SON Futsal Academy Trenggalek Langsung Raih Juara
Pilkades Trenggalek 2027: Anggaran Rp 5 Miliar untuk 128 Desa, Jadwal Belum Pasti
Gejala Super Flu Mirip Influenza Biasa, Dinkes Trenggalek Jelaskan Cara Memastikannya
Operator Alsintan Trenggalek Masih Terbatas, Banyak Gapoktan Baru Punya Satu Tenaga
Jadi Catatan Ombudsman, Ruang Ibadah Sekolah Rakyat Trenggalek Malah Berisi Gamelan
Segel Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Rusak, Stok Dipindahkan Tanpa Koordinasi
Peredaran Minuman Beralkohol Trenggalek Diatur Ketat, DPRD Ingatkan Pelaku Usaha
Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Baru Berdiri 1 Tahun, D’SON Futsal Academy Trenggalek Langsung Raih Juara

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Pilkades Trenggalek 2027: Anggaran Rp 5 Miliar untuk 128 Desa, Jadwal Belum Pasti

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Gejala Super Flu Mirip Influenza Biasa, Dinkes Trenggalek Jelaskan Cara Memastikannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Operator Alsintan Trenggalek Masih Terbatas, Banyak Gapoktan Baru Punya Satu Tenaga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Jadi Catatan Ombudsman, Ruang Ibadah Sekolah Rakyat Trenggalek Malah Berisi Gamelan

Berita Terbaru