RagamWarta.com – Pasokan MinyaKita di Trenggalek dipastikan aman. Hal tersebut dikarenakan ada campur tangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek
Diskomidag Trenggalek menyalurkan total 1.500 liter atau 125 karton Minyakita kepada 25 pedagang di Pasar Basah Trenggalek. Kegiatan ini diklaim untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng bersubsidi.
Kepala Diskomidag Trenggalek, Saniran, mengatakan distribusi tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan masyarakat terhadap Minyakita tetap terpenuhi.
“Ini merupakan kegiatan rutin untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan MinyaKita bagi masyarakat Trenggalek. Hari ini kami mendistribusikan 125 karton yang masing-masing berisi 12 liter kepada 25 pedagang di Pasar Basah,” kata Saniran.
Menurut Saniran, ketersediaan MinyaKita di Trenggalek hingga saat ini masih aman. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Bulog guna mengantisipasi apabila terjadi kekurangan stok di lapangan.
“Setiap ada potensi kekurangan stok, kami langsung berkomunikasi dengan Bulog. Alhamdulillah Bulog selalu memberikan respons dan perhatian untuk memenuhi kebutuhan Minyakita di Trenggalek,” ujarnya.
Saniran memperkirakan kebutuhan minyak goreng di kawasan perkotaan Trenggalek mencapai sekitar 5.000 liter per hari.
Namun kebutuhan tersebut tidak sepenuhnya bergantung pada MinyaKita karena masyarakat juga menggunakan berbagai merek minyak goreng komersial lainnya.
Distribusi MinyaKita Diawasi Ketat
Dalam penyaluran kali ini, 25 pedagang yang terpilih menerima jatah distribusi merupakan pelaku usaha yang telah terdaftar dalam sistem distribusi, memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), serta mengajukan pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Saniran menegaskan para pedagang wajib menjual Minyakita langsung kepada masyarakat dan tidak diperbolehkan menyalurkannya kembali kepada pedagang lain.
“Pedagang yang menerima distribusi ini tidak boleh menjual di atas HET dan tidak boleh menjual kepada pedagang lain. Mereka harus menjual langsung kepada masyarakat sebagai pengguna akhir,” tegasnya.
Saat ini Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Sementara Bulog menyalurkan minyak goreng tersebut kepada pedagang dengan harga Rp14.500 per liter.
Karena telah memperoleh margin keuntungan dari selisih harga tersebut, pemerintah meminta pedagang mematuhi aturan yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran, Diskomidag tidak akan ragu menghentikan distribusi kepada pedagang yang bersangkutan.
“Kalau ditemukan menjual tidak sesuai ketentuan, baik di atas HET maupun kepada pedagang lain, maka distribusi kepada yang bersangkutan akan dicabut,” tandas Saniran.
Perlu diketahui, distribusi MinyaKita di Trenggalek dilakukan secara berkala dengan jadwal yang menyesuaikan pasar-an.
Selain Pasar Basah, penyaluran minyak goreng bersubsidi juga pernah dilakukan di Pasar Kamulan dan Pasar Subuh guna memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Trenggalek.






