Panjangnya Antrean Apotek RSUD dr. Soedomo Trenggalek Jadi Sorotan Komisi IV

Senin, 25 Mei 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, pelayanan apotek di RSUD dr. Soedomo Trenggalek beberapa tahun lalu. (Istimewa)

Ilustrasi, pelayanan apotek di RSUD dr. Soedomo Trenggalek beberapa tahun lalu. (Istimewa)

RagamWarta.com – Antrean apotek RSUD dr. Soedomo Trenggalek menjadi sorotan Komisi IV DPRD Trenggalek dalam rapat evaluasi pelayanan kesehatan pada Rabu, (20/5/2026).

Tingginya jumlah pasien yang mencapai ratusan orang setiap hari disebut membuat pelayanan pengambilan obat masih memanjang, sehingga dinilai perlu penambahan tenaga dan fasilitas pelayanan apotek.

Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin mengatakan bahwa kepadatan pasien di rumah sakit otomatis berdampak pada pelayanan apotek.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau sehari pasien sampai 800 orang, tentu pelayanan di apotek pasti antre panjang,” ujar Sukarodin usai pimpin rapat evaluasi dengan management RSUD dr. Soedomo Trenggalek.

Menurut Sukarodin, antrean pengambilan obat menjadi persoalan penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pasien untuk segera mendapatkan penanganan lanjutan setelah pemeriksaan dokter.

antrean apotek RSUD dr. Soedomo Trenggalek
Komisi IV DPRD Trenggalek rapat evaluasi dengan management RSUD dr. Soedomo Trenggalek

Ia mengakui RSUD dr. Soedomo sudah mulai menerapkan layanan pengiriman obat melalui jasa pos untuk membantu mengurangi antrean pasien.

“Pengambilan obat sudah ada solusi dengan model dikirim lewat jasa pos. Cukup tambah Rp10 ribu selesai,” katanya.

Namun demikian, layanan itu dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan antrean, terutama bagi pasien yang harus segera mengonsumsi obat setelah pemeriksaan.

“Tapi repotnya kalau dokter meminta obat segera diminum sementara antreannya lama, kan jadi masalah,” jelasnya.

DPRD Trenggalek Dorong Penambahan SDM dan Fasilitas

Komisi IV DPRD Trenggalek meminta manajemen rumah sakit melakukan evaluasi terhadap pelayanan apotek, termasuk menambah tenaga pelayanan dan fasilitas pendukung.

“Perlu ada tambahan SDM di apotek. Bila perlu ruang pelayanan apotek ditambah, bahkan ada tambahan apotek,” pungkas Sukarodin.

Berita Terkait

DPRD Trenggalek Setujui Perda Pemerintahan Desa, Atur Kades hingga Perangkat
Masa Tugas Perangkat Desa Trenggalek Bakal Mengacu SK, DPRD Siapkan Perbup
Guru PPG Prajab Belum Terdata Dapodik, DPRD Trenggalek Bantu Tagih Janji Kementerian
Evaluasi Data Desil Trenggalek: Komisi IV DPRD Desak Pemutakhiran dan Libatkan Desa
Raperda Pilkades Trenggalek Belum Naikkan Syarat Pendidikan Calon Kades ke SMA, Ini Alasan DPRD
Tunggakan Biaya Rumah Sakit Rosmini Berpeluang Dibebaskan
Polemik Perubahan Desil, DPRD Trenggalek Dorong Pemutakhiran Data Lewat Musdes
PAPBD 2026 Trenggalek Resmi Jadi Perda, Belanja Modal Naik

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 21:11 WIB

DPRD Trenggalek Setujui Perda Pemerintahan Desa, Atur Kades hingga Perangkat

Rabu, 30 September 2026 - 20:06 WIB

Masa Tugas Perangkat Desa Trenggalek Bakal Mengacu SK, DPRD Siapkan Perbup

Kamis, 24 September 2026 - 15:05 WIB

Guru PPG Prajab Belum Terdata Dapodik, DPRD Trenggalek Bantu Tagih Janji Kementerian

Selasa, 15 September 2026 - 20:09 WIB

Evaluasi Data Desil Trenggalek: Komisi IV DPRD Desak Pemutakhiran dan Libatkan Desa

Selasa, 15 September 2026 - 18:03 WIB

Raperda Pilkades Trenggalek Belum Naikkan Syarat Pendidikan Calon Kades ke SMA, Ini Alasan DPRD

Berita Terbaru