RagamWarta.com – Penjemputan Jemaah Haji Trenggalek yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (28/6/2026) malam diatur dengan mekanisme berbeda dari tahun lalu.
Keluarga diminta menjemput jemaah terlebih dahulu di Pendopo Manggala Praja Nugraha, sedangkan koper dan logistik diambil di GOR Gajah Putih.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Trenggalek, Subkan Hamzah mengatakan pengaturan tersebut dilakukan agar proses kepulangan jemaah berjalan lebih tertib dan tidak menimbulkan kepadatan di satu titik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Nanti koper diambil di GOR Gajah Putih. Jadi, keluarga bisa menjemput orangnya dulu di pendopo, baru kemudian mengambil kopernya di GOR,” ujarnya, Minggu (28/6/2026).
Dijelaskan Subkan, rombongan jemaah haji asal Trenggalek diperkirakan tiba di Pendopo Manggala Praja Nugraha sekitar pukul 23.00 WIB apabila tidak terjadi kendala di perjalanan.
Namun, ia mengingatkan kemungkinan waktu kedatangan mundur karena adanya proyek pembongkaran jembatan di wilayah Kediri dan Tulungagung yang membuat jalur bus harus memutar.
“Kendalanya ada pembongkaran jembatan di Kediri dan Tulungagung, jadi rutenya agak memutar. Kemungkinan perjalanan bisa menjadi lebih malam,” katanya.
Keluarga Diminta Memantau Posisi Jemaah
Subkan menjelaskan, tim Kemenhaj Trenggalek berangkat menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya untuk menyambut kedatangan jemaah.
Setelah proses administrasi selesai, rombongan akan bergerak menuju Trenggalek dan bergabung dengan kloter lain di Rest Area KM 726 sebelum melanjutkan perjalanan bersama.
Ia mengimbau keluarga agar memantau posisi rombongan melalui komunikasi langsung dengan jemaah. Sebab,setibanya di Surabaya para jemaah sudah dapat kembali mengaktifkan telepon seluler mereka.
Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga ketertiban selama proses penjemputan berlangsung.
Mengingat sebagian besar petugas berada di Surabaya untuk mendampingi kepulangan jemaah, pelayanan di kantor akan dimaksimalkan melalui jalur komunikasi.
“Harapan kami semuanya tertib. Jika ada hal-hal mendesak yang perlu dikomunikasikan, seperti kendala kendaraan atau lainnya, silakan hubungi kami. Karena posisi petugas sedang di Surabaya semua, penyelesaian persoalan sementara akan kami layani via telepon,” pungkasnya.
Perlu diketahui, Kemenhaj Trenggalek memastikan seluruh jemaah haji yang masih berada di Arab Saudi telah dipulangkan ke Indonesia.
Tidak ada jemaah yang tertinggal karena sakit, kecuali tiga jemaah asal Trenggalek yang sebelumnya dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci.






