Pasokan MinyaKita di Trenggalek Aman, Diskomidag Salurkan 1.500 Liter ke Pasar Basah

Senin, 8 Juni 2026 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskomidag Trenggalek menyalurkan 1.500 liter Minyakita kepada 25 pedagang Pasar Basah

Diskomidag Trenggalek menyalurkan 1.500 liter Minyakita kepada 25 pedagang Pasar Basah

RagamWarta.com – Pasokan MinyaKita di Trenggalek dipastikan aman. Hal tersebut dikarenakan ada campur tangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek

Diskomidag Trenggalek menyalurkan total 1.500 liter atau 125 karton Minyakita kepada 25 pedagang di Pasar Basah Trenggalek. Kegiatan ini diklaim untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng bersubsidi.

Kepala Diskomidag Trenggalek, Saniran, mengatakan distribusi tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan masyarakat terhadap Minyakita tetap terpenuhi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini merupakan kegiatan rutin untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan MinyaKita bagi masyarakat Trenggalek. Hari ini kami mendistribusikan 125 karton yang masing-masing berisi 12 liter kepada 25 pedagang di Pasar Basah,” kata Saniran.

Menurut Saniran, ketersediaan MinyaKita di Trenggalek hingga saat ini masih aman. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Bulog guna mengantisipasi apabila terjadi kekurangan stok di lapangan.

“Setiap ada potensi kekurangan stok, kami langsung berkomunikasi dengan Bulog. Alhamdulillah Bulog selalu memberikan respons dan perhatian untuk memenuhi kebutuhan Minyakita di Trenggalek,” ujarnya.

Saniran memperkirakan kebutuhan minyak goreng di kawasan perkotaan Trenggalek mencapai sekitar 5.000 liter per hari.

Namun kebutuhan tersebut tidak sepenuhnya bergantung pada MinyaKita karena masyarakat juga menggunakan berbagai merek minyak goreng komersial lainnya.

Distribusi MinyaKita Diawasi Ketat

Dalam penyaluran kali ini, 25 pedagang yang terpilih menerima jatah distribusi merupakan pelaku usaha yang telah terdaftar dalam sistem distribusi, memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), serta mengajukan pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Saniran menegaskan para pedagang wajib menjual Minyakita langsung kepada masyarakat dan tidak diperbolehkan menyalurkannya kembali kepada pedagang lain.

“Pedagang yang menerima distribusi ini tidak boleh menjual di atas HET dan tidak boleh menjual kepada pedagang lain. Mereka harus menjual langsung kepada masyarakat sebagai pengguna akhir,” tegasnya.

Saat ini Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Sementara Bulog menyalurkan minyak goreng tersebut kepada pedagang dengan harga Rp14.500 per liter.

Karena telah memperoleh margin keuntungan dari selisih harga tersebut, pemerintah meminta pedagang mematuhi aturan yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran, Diskomidag tidak akan ragu menghentikan distribusi kepada pedagang yang bersangkutan.

“Kalau ditemukan menjual tidak sesuai ketentuan, baik di atas HET maupun kepada pedagang lain, maka distribusi kepada yang bersangkutan akan dicabut,” tandas Saniran.

Perlu diketahui, distribusi MinyaKita di Trenggalek dilakukan secara berkala dengan jadwal yang menyesuaikan pasar-an.

Selain Pasar Basah, penyaluran minyak goreng bersubsidi juga pernah dilakukan di Pasar Kamulan dan Pasar Subuh guna memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Trenggalek.

Berita Terkait

KidsDash Trenggalek 2026 Sukses Lampaui Target, 70 Anak Ikuti Roadshow Perdana
Kebakaran Showroom Motor di Trenggalek: 43 Unit Ludes Terbakar, Kerugian Tembus Rp700 Juta!
DPRD Trenggalek Soroti Revitalisasi 4 Destinasi Wisata 2027, Ini Catatan Pentingnya
PAD Pariwisata Trenggalek Baru 68 Persen, DPRD Pertanyakan Target Rp9,2 Miliar
Baru Berdiri 1 Tahun, D’SON Futsal Academy Trenggalek Langsung Raih Juara
Pilkades Trenggalek 2027: Anggaran Rp 5 Miliar untuk 128 Desa, Jadwal Belum Pasti
Gejala Super Flu Mirip Influenza Biasa, Dinkes Trenggalek Jelaskan Cara Memastikannya
Operator Alsintan Trenggalek Masih Terbatas, Banyak Gapoktan Baru Punya Satu Tenaga

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:32 WIB

KidsDash Trenggalek 2026 Sukses Lampaui Target, 70 Anak Ikuti Roadshow Perdana

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Kebakaran Showroom Motor di Trenggalek: 43 Unit Ludes Terbakar, Kerugian Tembus Rp700 Juta!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:25 WIB

DPRD Trenggalek Soroti Revitalisasi 4 Destinasi Wisata 2027, Ini Catatan Pentingnya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:58 WIB

PAD Pariwisata Trenggalek Baru 68 Persen, DPRD Pertanyakan Target Rp9,2 Miliar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Baru Berdiri 1 Tahun, D’SON Futsal Academy Trenggalek Langsung Raih Juara

Berita Terbaru