RagamWarta.com – Pendaftar Sekolah Rakyat Trenggalek untuk jenjang SMP telah melampaui kuota yang disediakan.
Dari kuota 90 siswa, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Trenggalek mencatat 101 anak telah didaftarkan untuk mengikuti program pendidikan berasrama.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Trenggalek, Soelung Prasetyo Raharjeng Sidjoe mengatakan proses penjangkauan calon siswa SMP telah ditutup karena jumlah pendaftar sudah melebihi target yang ditetapkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk update penjangkauan siswa Sekolah Rakyat saat ini, untuk kuota SMP dari 90 kuota yang ditetapkan, siswa SMP yang sudah didaftarkan untuk di Sekolah Rakyat itu sudah 101 anak,” ujar Soelung, Jumat (12/6/2026).
Dengan jumlah pendaftar yang melebihi kuota, Dinsos akan melakukan pleno untuk menentukan calon siswa yang diterima. Penetapan dilakukan berdasarkan peringkat dan skala prioritas yang telah ditentukan.
“Jadi nanti akan kita pleno-kan, rencana tanggal 17 Juni nanti kita pleno-kan. Kita hitung dari rankingan, dari skala prioritas,” katanya.
Dari total pendaftar yang ada, terdapat 11 anak yang belum bisa tertampung dalam kuota SMP. Mereka nantinya akan diarahkan untuk mendaftar ke Sekolah Rakyat tingkat provinsi atau sekolah lain yang tersedia di Kabupaten Trenggalek.
“11 anak itu nanti akan kita arahkan bisa di SR provinsi ataupun bisa mendaftar ke sekolah-sekolah yang ada di Trenggalek atau sekolah yang lain,” jelasnya.
Kuota SD dan SMA Sekolah Rakyat di Trenggalek Masih Dibuka
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi pada jenjang SD dan SMA. Hingga saat ini kuota kedua jenjang tersebut masih belum terpenuhi.
Soelung menyebutkan, dari target 90 siswa untuk SD, baru 19 anak yang berhasil dijangkau. Sedangkan untuk SMA, jumlah calon siswa yang telah terdaftar mencapai 62 anak dari target yang sama.
“Untuk SD dari 90 itu masih terjangkau 19, dan untuk SMA itu dari 90 targetnya masih terjangkau 62,” tuturnya.
Menurutnya, pemerintah pusat masih memberikan waktu untuk pemenuhan kuota hingga masa penetapan pada minggu keempat Juni.
Namun jadwal tersebut masih bersifat tentatif dan dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah pusat.
Apabila kuota SD maupun SMA belum terpenuhi saat penetapan dilakukan, siswa yang sudah terdaftar akan tetap ditetapkan terlebih dahulu.
Selanjutnya, pemenuhan kuota dapat dilakukan secara bertahap karena sistem yang digunakan adalah multi entry dan multi exit.
“Yang jelas yang ada dulu ditetapkan. Nanti sistemnya kan multi entry multi exit. Untuk pemenuhannya sampai dengan batas waktu tahun ajaran berakhir,” pungkasnya.






