RagamWarta.com – Musim kemarau yang mulai memasuki puncaknya memicu peningkatan kejadian kebakaran hutan di Trenggalek.
Hingga Sabtu (25/7/2026), BPBD Trenggalek mencatat empat kejadian karhutla di empat kecamatan dengan total luasan lahan yang terbakar mencapai 10,5 hektare.
Selain karhutla, BPBD juga memKebakaran Hutan di Trenggalekantau dampak kekeringan yang telah menjangkau lima kecamatan dan sembilan desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini membuat BPBD Trenggalek meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. Data ini sejalan dengan meningkatnya kejadian karhutla di Jawa Timur pada periode kemarau tahun ini.
Empat Kecamatan di Trenggalek Alami Karhutla
Berdasarkan data BPBD Trenggalek, kebakaran lahan terjadi di Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan (9 Juli), Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan (10 Juli), Desa Gayam, Kecamatan Panggul (13 Juli), dan Desa Karanganyar, Kecamatan Gandusari (24 Juli).
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St. Triadi Admono mengatakan seluruh kejadian berhasil ditangani bersama tim gabungan sehingga api tidak meluas ke wilayah lain.
“Selama musim kemarau masyarakat kami minta meningkatkan kewaspadaan. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar ataupun membuang puntung rokok sembarangan karena kondisi vegetasi saat ini sangat kering dan mudah terbakar,” ujarnya.
Triadi menjelaskan, sebagian besar lahan yang terbakar didominasi rumpun bambu, pohon sono, dan semak belukar. Luas keseluruhan area terdampak mencapai sekitar 10,5 hektare.
BPBD Trenggalek Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Kemarau
Selain penanganan kebakaran, BPBD Trenggalek juga terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah terdampak, pemantauan daerah rawan, koordinasi dengan pemerintah desa, hingga edukasi masyarakat.
“Upaya pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat menjaga lingkungan dan segera melapor apabila menemukan titik api agar bisa segera ditangani,” kata pria yang juga menjabat sebagai Pj. Sekda Trenggalek itu.






