Penyebab Tingginya Angka Perceraian di Trenggalek Tak Hanya Soal Ekonomi

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Humas Pengadilan Agama Trenggalek, Toif saat dikonfirmasi awak media.

Humas Pengadilan Agama Trenggalek, Toif saat dikonfirmasi awak media.

RagamWarta.com – Ternyata penyebab tingginya angka perceraian di Trenggalek selama semester pertama 2026 tidak hanya dipicu persoalan ekonomi.

Pengadilan Agama (PA) Trenggalek menilai kesulitan finansial sering kali menjadi pemantik, sementara akar persoalan rumah tangga biasanya jauh lebih kompleks hingga berujung pada gugatan cerai.

Data PA Trenggalek mencatat, dari sekitar 1.143 perkara yang masuk sepanjang Januari hingga Juni 2026, sebanyak 685 merupakan cerai gugat yang diajukan istri, sedangkan cerai talak yang diajukan suami berjumlah 256 perkara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Humas Pengadilan Agama Trenggalek, H. Toif mengatakan faktor ekonomi memang masih menjadi alasan yang paling banyak muncul dalam perkara perceraian.

Namun, berdasarkan pengalamannya menangani persidangan, persoalan tersebut kerap disertai masalah lain yang telah lama terjadi di dalam rumah tangga.

“Memang mencari ekonomi saat ini tidak mudah. Tetapi saya sering bertanya kepada para pihak, apakah setelah bercerai ekonominya akan menjadi cukup? Belum tentu. Berarti biasanya ada persoalan lain yang juga melatarbelakanginya,” ujarnya.

Konflik Rumah Tangga Menumpuk hingga Berujung Gugatan

Menurut Toif, kondisi itu banyak ditemukan pada keluarga pekerja migran. Tidak sedikit istri memilih bekerja ke luar negeri demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga karena penghasilan suami dianggap tidak mencukupi.

Namun, ketika uang hasil kerja tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya atau suami tetap tidak memiliki tanggung jawab dalam mencari nafkah, konflik rumah tangga semakin sulit diselesaikan.

“Dari luar negeri itu rata-rata karena faktor ekonomi. Istri berangkat bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Namun ada yang uang kirimannya habis dipakai suami, bahkan ada juga suami yang tetap malas bekerja meskipun istrinya sudah bekerja di luar negeri,” kata Toif.

Ia menjelaskan, persoalan tersebut tidak jarang membuat hubungan suami istri semakin renggang.

Bahkan setelah masa kontrak kerja selesai dan istri kembali ke Indonesia, pertengkaran masih terus berlanjut hingga akhirnya memilih kembali bekerja ke luar negeri dan mengajukan gugatan cerai melalui kuasa hukum.

“Ada juga yang pulang sudah tidak tinggal bersama suaminya, kemudian kembali lagi bekerja ke luar negeri dan mengajukan perceraian melalui pengacara karena kondisi rumah tangganya memang sudah tidak bisa dipertahankan,” jelasnya.

Ekonomi Dinilai Hanya Menjadi Pemicu

Toif menilai, perkara perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama menunjukkan bahwa persoalan ekonomi sering kali bukan satu-satunya alasan pasangan memutuskan berpisah.

Di balik gugatan yang diajukan, biasanya terdapat konflik yang telah berlangsung cukup lama hingga kedua belah pihak tidak lagi menemukan jalan keluar.

Karena itu, pihaknya menghimbau setiap pasangan yang menghadapi persoalan rumah tangga tetap mengedepankan komunikasi dan memanfaatkan proses persidangan sebagai ruang mencari penyelesaian.

Berita Terkait

Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek Capai 92 Persen, Siap Ditempati 31 Juli
MIN 1 Trenggalek Ngaku Pengadaan LKS Keputusan Komite
SDN 3 Karangturi Belum Dapat Siswa Baru, Disdik Trenggalek Ungkap Penyebabnya
SDN 2 Parakan Hanya Dapat 2 Siswa, MPLS Tetap Berjalan Sesuai Arahan Dinas
SIAP PSSI Trenggalek Belum Dikuasai Mayoritas Klub, Askab Siapkan Pelatihan
Sambut 449 Jamaah Haji Trenggalek, Sekda: Semoga Jadi Haji Mabrur
Penjemputan Jemaah Haji Trenggalek Diatur, Koper Diambil Terpisah di GOR
Permintaan Maaf Askab PSSI Trenggalek Diterima, Wali Pemain Berharap Kesalahan Tak Terulang

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:04 WIB

Penyebab Tingginya Angka Perceraian di Trenggalek Tak Hanya Soal Ekonomi

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:17 WIB

Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Trenggalek Capai 92 Persen, Siap Ditempati 31 Juli

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:02 WIB

SDN 3 Karangturi Belum Dapat Siswa Baru, Disdik Trenggalek Ungkap Penyebabnya

Senin, 13 Juli 2026 - 16:04 WIB

SDN 2 Parakan Hanya Dapat 2 Siswa, MPLS Tetap Berjalan Sesuai Arahan Dinas

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:09 WIB

SIAP PSSI Trenggalek Belum Dikuasai Mayoritas Klub, Askab Siapkan Pelatihan

Berita Terbaru

Harmadji perlihatkan manuskrip kuno miliknya usah di bersihkan atau dijamas. (Foto: Antara/Destyan Sujarwoko)

Budaya

Lestarikan Warisan Leluhur lewat Jamasan Manuskrip Kuno

Kamis, 23 Jul 2026 - 17:13 WIB