RagamWarta.com – Ratusan pedagang berunjuk rasa di Pendopo Manggala Praja Nugraha Kabupaten Trenggalek. Pedagang yang biasanya berjualan di pasar ini turun kejalan lantaran merasa keberatan dengan kenaikan tarif retribusi.
Pedagang pasar menilai kebijakan ini sangat memberatkan para pedagang lantaran adanya kenaikan yang begitu signifikan bila dibanding dengan tarif sebelumnya.
Para pedagang tersebut berasal dari Pasar Burung, Pasar Basah, Pasar Kampak, Pasar Gandusari, Pasar Dongko, Pasar Bendorejo Kecamatan Pogalan, Pasar Kamulan Kecamatan Durenan, Pasar Durenan, Pasar Karangan, Pasar Tugu, Pasar Sore, Pasar Kios Bunga, dan pasar lainnya.
Sebelum sampai ke Pendopo, gabungan pedagang pasar berkumpul di depan Pasar Burung, Kelurahan Surodakan, Trenggalek.
Setalah berada di titik kumpul, mereka lalu berjalan kaki menuju Pasar Pon dan lanjut ke Pendopo Manggala Praja Nugraha. Ada yang jalan sambil berorasi, dan ada juga yang mengangkat spanduk dengan berbagai tulisan.
Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pedagang di Pasar Sebo, Kecamatan Watulimo, Sumarto. Pihaknya menjelaskan bahwa kenaikan tarif retribusi pasar meningkat secara drastis.
“Setelah kami hitung kenaikan retribusi hampir 400 persen, tepatnya sekitar 380 an persen,” ujar Sumarto, Senin (6/5/2024).
Mereka merasa tidak mampu untuk membayar tarif yang telah ditetapkan pemerintah. Belum lagi mereka merasa belum pulih pasca pandemi Covid-19 yang sempat terjadi beberapa tahun lalu.
Belum lagi gempuran toko modern yang yang membuat pasar tradisional semakin sepi. Dengan pertimbangan itu, mereka menyampaikan bahwa kenaikan tarif retribusi pasar tidak boleh lebih dari 30 persen.
“Menurut kami kenaikan wajar itu 30 persen,” ungkapnya.
Dalam aksi kali ini, ratusan pedagang yang hadir sepakat untuk tidak membayar retribusi pasar sebelum harganya diturunkan.
“Kalau tuntutan ini tidak direalisasi, jelas nanti akan demo sebesar-besarnya, kalau tidak disetujui, sampai kapanpun tidak membayar retribusi,” tutup Sumarto.






