RagamWarta.com – Sarana dan prasarana sekolah yang seharusnya jadi fasilitas peserta didik nampaknya masih dipandang sebelah mata. Padahal sarpras itu seharusnya jadi fasilitas untuk menangkap materi pembelajaran dengan baik.
Akan tetapi, Pemerintah Kabupaten Trenggalek nampaknya belum terlalu memperhatikan fasilitas sekolah. Hal itu terbukti dari parahnya tingkat kerusakan yang ada di SMP 1 Suruh Trenggalek.
Disana sarana dan prasarana seperti ruang guru hingga toilet sekolah hampir roboh karena termakan usia. Padahal muridnya lebih dari 500 siswa, tentu kondisi ini menimbulkan rasa prihatin yang mendalam.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Trenggalek, Agoes Setiyono mengungkapkan bahwa kondisi sarpras yang ada di sekolah tersebut akan menjadi perhatian tersendiri bagi Pemkab Trenggalek.
“Itu juga menjadi atensi bagi Pemkab Trenggalek, nanti akan juga dilakukan perencanaan berikutnya untuk fasilitas yang ada di sana,” ungkap Agoes saat dikonfirmasi awak media, Kamis (25/7/2024).
Sementara itu, pihaknya juga menjelaskan bahwa kondisi yang ada di sekolah tersebut sebenarnya telah mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah. Namun hal tersebut digunakan untuk pembangunan yang lainnya.
“Karena memang ketika itu yang dibangun merupakan bagian lain yang tingkat urgensi lebih tinggi,” tambahnya.
Agoes juga menjelaskan bahwa setiap tahun pihaknya juga memperhatikan terkait pembangunan pada sekolah-sekolah yang ada di Trenggalek.
“Setiap tahun kami selalu mengupayakan pembangunan dan kelayakan sarpras baik itu gedung ruang guru atau ruang kelas bahkan fasilitas pendukung yang lain,” jelasnya.
Pihaknya juga mengakui jika dalam membangun atau memelihara bangunan pada satuan pendidikan tetap dilihat dari segi prioritasnya.
“Kami terus mengupayakan di satuan-satuan pendidikan karena memang semuanya dipertimbangkan dengan skala prioritas,” terangnya.
Hal ini lantaran pihaknya harus membagi sumber daya yang ada pada seluruh satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Trenggalek.
“Karena sekolah kita banyak. SMP negerinya saja ada 50, sementara SD-nya ada 417-an. Kami akan membagi potensi dan sumber daya keuangan secara bertahap,” tandasnya.
Perlu diketahui, bangunan yang ada di SMP 1 Suruh Trenggalek merupakan bangunan lama. Salah satunya adalah ruang guru yang direnovasi di tahun 1997 dan setelah itu belum dibangun hingga tahun ini.
Hal ini menyebabkan aula serbaguna yang biasanya digunakan untuk ruang olahraga maupun kegiatan wali murid tidak bisa digunakan lantaran dialihfungsikan sebagai ruang guru.






