RagamWarta.com – Walaupun Koperasi Merah Putih di Trenggalek sudah resmi diluncurkan oleh Bupati pada Sabtu (12/7/2025), tidak membuat pemerintah daerah leha-leha. Pasalnya masih banyak PR yang harus dilakukan.
Seperti penjelasan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan atau Diskomidag Trenggalek, Saniran bahwa saat ini tengah membentuk tim untuk melakukan pendampingan pengurus koperasi Merah Putih.
“Kalau koperasi itu diibaratkan pesawat, sebelum take off maka landasan pacunya harus dikuatkan. Jangan sampai mau terbang karena landasan pacunya terlalu pendek jadi masuk ke sawah,” ujar Saniran, Rabu (30/7/2025).
Dijelaskan Saniran, landasan pacu yang dimaksud adalah instrumen yang harus disiapkan sebuah koperasi sebelum memulai operasionalnya. Seperti rencana kerja, hingga rencana anggaran pendapatan belanja.
“Seperti Anggaran Rumah Tangga, Rencana Kerja, Rencana Anggaran Pendapatan Belanja, baik pendek, menengah hingga panjang tentu belum punya. Apalagi penguatan SDM-nya,” cerita Saniran.
Makanya saat ini kami membentuk tim untuk menyiapkan konsep dasarnya, sehingga anggota koperasi tinggal menyesuaikan dengan arah bisnis koperasi-nya masing-masing,” tambahnya.
Tim khusus nanti tugasnya memberi arahan anggota koperasi Merah Putih tentang Rencana Kerja dan Rencana Rencana Anggaran Pendapatan Belanja, baik pendek, menengah hingga panjang.
“Memang sebelum menjalankan bisnis harus punya Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja yang sudah disetujui oleh rapat anggota. Sehingga pengurus itu menjalankan bisnis koperasi berdasarkan rencana kerja yang sudah disetujui oleh rapat anggota,” tegasnya.
Saniran juga menghimbau kepada pengurus Koperasi Merah Putih agar menyesuaikan arah bisnis dengan karakteristik wilayah. Pasalnya pemilihan arah bisnis koperasi nantinya akan berimbas pada kebutuhan permodalan.
“Misalnya seperti yang di pesisir bisa saja membuat penampungan ikan, namun untuk yang ada di pegunungan kan tidak mungkin memakai itu. Maka karakteristik ini menjadi penting, apalagi modalnya juga bisa berbeda,” pungkasnya.






