RagamWarta.com – Arus mudik Lebaran Trenggalek diprediksi mulai mengalami peningkatan pada tanggal 13 dan 17 Maret 2026.
Menghadapi potensi lonjakan pergerakan masyarakat tersebut, Polres Trenggalek mulai menyiapkan berbagai langkah pengamanan melalui koordinasi lintas instansi.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Polres Trenggalek bersama sejumlah stakeholder eksternal, Selasa (10/3/2026).
Rakor tersebut bertujuan untuk memetakan potensi kerawanan sekaligus menyamakan persepsi antarinstansi dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
Dalam forum tersebut juga dipaparkan peta kerawanan wilayah serta prediksi puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 13 dan 17 Maret 2026.
Sementara untuk puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 dan 29 Maret 2026.
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki mengatakan, pihaknya akan menggelar Operasi Ketupat Semeru 2026 sebagai bagian dari upaya pengamanan selama periode mudik Lebaran.
“Menurut rencana, Operasi Ketupat Semeru 2026 akan diselenggarakan mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret 2026. Nanti akan diawali dengan apel gelar pasukan bersama,” ujarnya.
Ridwan menjelaskan, Operasi Ketupat Semeru merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Selain mengantisipasi potensi kriminalitas, pengamanan juga difokuskan pada sejumlah potensi kerawanan seperti kepadatan arus lalu lintas saat melonjaknya arus mudik lebaran.
Tidak hanya itu, jenis kerawanan lainnya seperti lonjakan kunjungan wisata, bencana alam hidrometeorologi, hingga potensi gangguan keamanan seperti penerbangan balon udara dan penggunaan petasan.
“Saya instruksikan kepada Kapolsek jajaran agar menyisir dan mengantisipasi potensi kerawanan di wilayah masing-masing,” tegasnya.






