RagamWarta.com – Wisata Trenggalek saat libur Lebaran dipastikan telah disiapkan secara maksimal oleh pemerintah daerah.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek telah melakukan berbagai langkah persiapan mulai dari pengecekan sarana prasarana, penataan sumber daya manusia hingga koordinasi lintas sektor guna menyambut lonjakan wisatawan saat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek, Tony Widianto, mengatakan pihaknya telah melakukan monitoring terhadap sejumlah destinasi wisata, terutama yang berada di bawah pengelolaan pemerintah daerah.
“Pertama kami melakukan monitoring kondisi beberapa destinasi wisata, terutama yang kami kelola. Mulai dari kualitas sarana prasarana, penataan SDM, sampai media informasi yang tersedia di lokasi,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Disparbud Trenggalek Lakukan Monitoring dan Rembuk Wisata

Selain monitoring lapangan, Disparbud Trenggalek juga menggelar rembuk wisata bersama para pelaku usaha pariwisata di Trenggalek.
Forum tersebut melibatkan pengelola destinasi, hotel, restoran, serta berbagai pelaku usaha pariwisata lainnya.
Menurut Tony, pertemuan tersebut bertujuan memastikan seluruh elemen pariwisata siap menghadapi masa libur panjang Lebaran.
“Kami juga sempat melakukan rembuk wisata dengan teman-teman pelaku usaha pariwisata, baik destinasi, hotel, restoran dan seterusnya untuk mempersiapkan segala sesuatu dalam rangka menyambut hari libur Idul Fitri,” jelasnya.
Dalam forum tersebut, pemerintah daerah menekankan agar pengelola destinasi benar-benar memastikan kesiapan fasilitas serta pelayanan kepada wisatawan.
“Kami menekankan agar lokasi wisata benar-benar siap. Kualitas sarprasnya baik, SDM mencukupi, dan SOP pelayanan dilengkapi serta dilaksanakan dengan tertib,” tambahnya.
Kebersihan dan Keamanan Destinasi Jadi Prioritas

Selain kesiapan fasilitas, Disparbud juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan destinasi wisata selama masa libur Lebaran. Pengelola diminta memperkuat fasilitas kebersihan seperti tempat sampah, alat pembersih hingga sarana pendukung lainnya.
“Pengelola destinasi harus mengedepankan kebersihan. Ini bagian dari upaya menciptakan lingkungan usaha pariwisata yang aman, sehat, rapi dan indah,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Pariwisata juga berkoordinasi dengan instansi terkait agar pengangkutan sampah dari kawasan wisata dapat dilakukan secara optimal sehingga tidak terjadi penumpukan selama lonjakan pengunjung.
Di sisi lain, pengamanan di kawasan wisata juga menjadi perhatian. Pengelola destinasi diminta menyiapkan petugas kebersihan, petugas keamanan, petugas parkir hingga pengaturan lalu lintas di kawasan wisata.
Khusus destinasi yang berada di wilayah pesisir, pengelola juga diminta menyiapkan petugas penyelamat atau lifeguard guna menjaga keselamatan wisatawan.
“Kami juga menekankan penerapan SOP pelayanan ketika wisatawan menggunakan wahana wisata agar keamanan dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga,” pungkasnya.






