Warga Binaan Rutan Trenggalek Mampu Kirim Uang Untuk Keluarga, Begini Ceritanya

Kamis, 14 November 2019 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TRENGGALEK, ragamwarta.id – Ada yang unik dalam Rumah Tahanan Di Trenggalek, biasanya narapidana perempuan mengahabiskan waktu masa tahanannya hanya dengan melakukan aktifitas sehari-hari.

Namun hal itu tidak berlaku di Trenggalek, napi perempuan di rutan kelas IIB Trenggalek ini justru asik membuat kreasi batik celup atau yang sering disebut batik Shibori.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan dalam empat bulan terakhir, mereka bisa menghasilkan uang hingga tujuh juta rupiah dari hasil penjualan batik tersebut. Tangan-tangan kreatif narapidana perempuan ini terlihat luwes saat melipat kain batik.

Bahkan Mereka tidak takut kalau tangan-tangan lentik mereka bakal kotor terkena cat saat mecelup kain batik. Uniknya lagi, Ide pertama membatik ini muncul dari seorang narapidana perempuan yang lantas disetujui dan didukung oleh Kepala Rutan Trenggalek.

Hartini, Salah satu Narapidana Perempuan menerangkankan bahwa sebelum masuk rutan pihaknya pernah mengikuti pelatihan membatik Shibori yang diadakan oleh pemerintah kabupaten trenggalek. Untuk mewujudkan keinginannya membatik, hartini sampai meminjam uang ke petugas rutan untuk beli bahan baku pada waktu itu.

“Niat awal sekedar mengisi waktu luang, tidak disangka kreasi batik Shibori enam napi perempuan ini diminati banyak orang. Bahkan instansi pemerintahan saat ini tengah melirik kreasi Shibori asal rutan Trenggalek tersebut. Dalam sehari kamk bisa membuat 15 buah batik dengan berbagai warna dan motif tergantung pesanan,” ungkapnya, Kamis (14/11/2019).

Ditempat yang sama, Dewi Nindya Sari Petugas lapas sekaligus pendamping warga binaan mengaku bangga dengan keenam warga binaannya. Bahkan kreasi batik Shibori mereka kini sudah tembus pasar luar kota, kebanyakan peminat batik Shibori buatan warga binaan ini berprofesi sebagai tenaga pengajar.

Mengetahui potensi yang luar biasa ini, Dadang Sudrajat selaku Kepala Rutan Trenggalek, akan berupaya mempromosikan hasil karya ibu-ibu warga binaan ini. Seperti halnya lebih aktif mengikuti event pameran ataupun promosi melalui media sosial lainnya.

“Batik buatan warga binaan Rutan Trenggalek ini memiliki dua macam warna, yakni warna alam dan warna sintetis. untuk warna alamnya dihargai Rp 100.000 per lembar, sementara yang menggunakan warna sintetis atau kimia hanya djual Rp 80.000 rupiah saja,” pumgkasnya.

Berita Terkait

Baru Berdiri 1 Tahun, D’SON Futsal Academy Trenggalek Langsung Raih Juara
Pilkades Trenggalek 2027: Anggaran Rp 5 Miliar untuk 128 Desa, Jadwal Belum Pasti
Gejala Super Flu Mirip Influenza Biasa, Dinkes Trenggalek Jelaskan Cara Memastikannya
Operator Alsintan Trenggalek Masih Terbatas, Banyak Gapoktan Baru Punya Satu Tenaga
Jadi Catatan Ombudsman, Ruang Ibadah Sekolah Rakyat Trenggalek Malah Berisi Gamelan
Segel Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Rusak, Stok Dipindahkan Tanpa Koordinasi
Peredaran Minuman Beralkohol Trenggalek Diatur Ketat, DPRD Ingatkan Pelaku Usaha
Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Baru Berdiri 1 Tahun, D’SON Futsal Academy Trenggalek Langsung Raih Juara

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Pilkades Trenggalek 2027: Anggaran Rp 5 Miliar untuk 128 Desa, Jadwal Belum Pasti

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Gejala Super Flu Mirip Influenza Biasa, Dinkes Trenggalek Jelaskan Cara Memastikannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Operator Alsintan Trenggalek Masih Terbatas, Banyak Gapoktan Baru Punya Satu Tenaga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Jadi Catatan Ombudsman, Ruang Ibadah Sekolah Rakyat Trenggalek Malah Berisi Gamelan

Berita Terbaru