Ragam Warta, Kabupaten Trenggalek memang luar biasa. Untuk yang ke-7 kalinya memperoleh predikat rekor dari MURI (museum rekor dunia-Indonesia). Kali ini rekor didapatkan dari kaum difabel dalam rangka Hari Ibu.
“Terimakasih atas semua yang ikut andil dalam torehan ini, I love you semua. Begitu juga kepada Ibu Novita Hardini ketua Dekranasda (dewan kerajinan nasional daerah) selaku pemrakarsa. Memang seperti ini juga sosok Ibu yang hebat untuk kita,” ungkap Mochamad Nur Arifin Bupati Trenggalek. (Kamis, 22/12/2022)
Rekor MURI yang berhasil ditorehkan adalah jumlah peserta terbanyak dalam pembuatan batik Shibori oleh kaum difabel. Dari target peserta sejumlah 650 orang ternyata antusias meningkat. Hingga pada saat pelaksanaan jumlah peserta menjadi 659 orang.
Sri Widarti perwakilan dari MURI menyatakan, “kami telah berulang kali datang ke Trenggalek. Memang orang – orang Trenggalek sangat luar biasa antusiasnya dalam memecahkan rekor. Saya pribadi sangat salut dengan itu, terlebih peran sosok pemimpinnya yang bisa membuat itu terjadi.”
Beberapa predikat Kabupaten Trenggalek yang pernah tercatat dalam rekor MURI antara lain, wakil Bupati termuda 25 tahun 10 bulan 17 hari atas nama Mochamad Nur Arifin tahun 2016, cabut gigi terbanyak tahun 2007, sajian gegok terbanyak sejumlah 15.173 tahun 2019, pemakai batik Shibori terbanyak sejumlah 7.575 tahun 2019 dan sajian lodho terbaik tahun 2022.
Rekor ini dilaksanakan tepat pada momen puncak peringatan hari Ibu di Trenggalek. Novita menyadari prestasi ini tidak mungkin terjadi tanpa kerjasama semua pihak, terlebih kepada para difabel.
“Mereka memang luar biasa berbanding lurus dengan catatan prestasinya yang sangat luar biasa. Tanpa mereka catatan ini tidak mungkin terjadi. Apalah daya saya sebagai pemrakarsa tanpa mereka. Ibu sayang kalian semua,” pungkas Novita selaku ibu dari anak-anak bupati Trenggalek yang dikenal Gus Ipin.
(redaksi/Ja’far Shadiq)






