RagamWarta.com – Film dokumenter Tambang Emas Ra Ritek karya sutradara Alvina N. A. dan produser Wahyu A. O. berhasil meraih Piala Citra untuk kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) 2025.
Penghargaan dari FFI ini menjadi sejarah bagi tim produksi warga Trenggalek yang selama ini aktif mengadvokasi isu lingkungan, khususnya penolakan tambang emas.
Penghargaan tersebut disambut haru oleh Wahyu A. O. dan Vina ketika naik ke panggung. Dalam sambutannya, Wahyu memperkenalkan tim kecil mereka yang sebagian besar merupakan warga lokal.
“Film ini dikerjakan secara kolaboratif. Ada banyak teman-teman kami di Trenggalek, anak-anak muda seperti dari Serikat Suket, Pers Mahasiswa Jimat, dan jaringan advokasi tambang. Jadi kami berterima kasih sekali kepada Festival Film Indonesia atas penghargaan ini,” ucap Wahyu.
Vina yang turut mendampingi menambahkan bahwa kemenangan ini bukan semata pencapaian perfilman, tetapi juga suara bagi mereka yang sedang memperjuangkan ruang hidupnya.
“Saya mau mention beberapa teman-teman seperti Mas Jati Pramudya Dharmastuti, Mbak Talia Silviana, Beni, Mas Imam Sofwan, dan Mas Melki Nahar yang jadi satu tim solid sehingga film ini bisa jadi dan mendapat apresiasi,” kata Vina.
Perlu diketahui, Film Tambang Emas Ra Ritek sendiri menyoroti dinamika perlawanan warga Trenggalek terhadap rencana pembukaan kawasan tambang emas.
Melalui pendekatan dokumenter dan kerja kolektif, film ini merekam perjalanan panjang advokasi lingkungan yang berangkat dari desa dan kini bergema hingga panggung nasional.
Dalam pernyataannya, Vina menutup dengan pesan kuat untuk perempuan dan penolakan terhadap tambang emas di Trenggalek.
“Terima kasih kepada semua orang yang telah dan terus berjuang mempertahankan ruang hidupnya. Hidup perempuan yang melawan dan Tolak Tambang Mas Trenggalek,” pungkas Vina saat sambutan dimalam puncak pengumuman pemenang Festival Film Indonesia 2025 yang digelar Kamis malam, 20 November 2025.






