Ziarah Kubur Jelang Ramadan Bawa Berkah bagi Pedagang Bunga Tabur di Trenggalek

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Astuti, penjual bunga tabur untuk ziarah kubur di Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. (Foto: Bacaini)

Astuti, penjual bunga tabur untuk ziarah kubur di Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. (Foto: Bacaini)

RagamWarta.com – Tradisi ziarah kubur atau orang biasa menyebutnya nyekar jelang bulan suci Ramadan kembali menggeliat di sejumlah tempat pemakaman umum di Kabupaten Trenggalek.

Lonjakan peziarah ini membawa berkah tersendiri bagi pedagang bunga tabur untuk ziarah kubur. Bahkan ada yang mampu meraup omzet hingga ratusan ribu per harinya.

Pantauan di tepi Jalan Nasional Trenggalek–Tulungagung, tepatnya di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan, sejumlah pedagang membuka lapak bunga sejak pagi hingga sore.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Momentum menjelang bulan suci dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan peziarah yang datang silih berganti.

Salah satu pedagang bunga tabur untuk ziarah yang bernama Astuti mengaku hanya berjualan bunga tabur saat momen menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Sebenarnya, sehari-hari ia membuka warung kopi di depan TPU Ngetal, namun sementara waktu memilih menutupnya karena permintaan bunga meningkat tajam.

“Saya fokus jual bunga, warung kopinya sementara tutup,” tutur Astuti, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, dalam sehari ia bisa meraup omzet hingga Rp700 ribu, tergantung ramainya peziarah. Angka tersebut dinilai jauh lebih tinggi dibanding pendapatan saat berjualan makanan dan minuman.

“Kalau warung kopi biasanya tidak sampai segitu. Jual bunga ini lebih cepat perputarannya,” ungkapnya.

Harga bunga tabur yang dijual bervariasi, mulai Rp15 ribu hingga Rp40 ribu per paket, bahkan bisa lebih mahal tergantung jumlah makam yang akan diziarahi.

Astuti biasanya mulai berjualan sekitar sepekan sebelum Ramadan dan menghentikannya sehari sebelum puasa dimulai.

Bunga yang dijual berasal dari berbagai sumber, mulai pekarangan sendiri, kebun warga sekitar, hingga tengkulak dari luar daerah.

Sementara untuk jenis bunga yang paling diminati peziarah antara lain bunga kenanga, bunga merah, serta daun pandan wangi.

Berita Terkait

6 dari 11 Atlet Judo Trenggalek Naik Podium di Kejuaraan Internasional
Turnamen Free Fire di Trenggalek Diikuti 24 Tim, Minat Esports Anak Muda Kian Meningkat
Jagung Rebus hingga Mandi Pagi, Begini Perawatan Sapi Kurban Presiden di Trenggalek
Rental PS di Trenggalek Jadi Motor Tumbuhnya Komunitas Tekken
Kebun Melon di Trenggalek Ramai Diserbu Pembeli saat Ramadan
Landak Jawa Terekam Kamera Trap di Hutan Kota Trenggalek
Petani Kakao Milenial Asal Trenggalek Raup Jutaan Rupiah, Adib : Ditanam Tahun 1998
Tambang Emas Ra Ritek Karya Warga Trenggalek Raih Piala Citra FFI 2025

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:08 WIB

6 dari 11 Atlet Judo Trenggalek Naik Podium di Kejuaraan Internasional

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:04 WIB

Turnamen Free Fire di Trenggalek Diikuti 24 Tim, Minat Esports Anak Muda Kian Meningkat

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:07 WIB

Jagung Rebus hingga Mandi Pagi, Begini Perawatan Sapi Kurban Presiden di Trenggalek

Senin, 18 Mei 2026 - 14:09 WIB

Rental PS di Trenggalek Jadi Motor Tumbuhnya Komunitas Tekken

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:06 WIB

Kebun Melon di Trenggalek Ramai Diserbu Pembeli saat Ramadan

Berita Terbaru