RagamWarta.com – Turnamen Free Fire di Trenggalek kembali menarik perhatian kalangan muda. Kompetisi yang diikuti 24 tim dari berbagai wilayah tersebut menjadi gambaran meningkatnya minat generasi muda Trenggalek terhadap dunia esports.
Ketua panitia, Zeky Almas Elfreda mengatakan jumlah peserta yang ambil bagian dalam turnamen yang diadakan di Hutan Mangrove Pancer Cengkrong kali ini menunjukkan tingginya antusiasme komunitas pemain Free Fire di daerah.
“Alhamdulillah peserta yang ikut ada 24 tim. Antusias teman-teman cukup tinggi dan itu jadi semangat tersendiri bagi panitia untuk memberikan yang terbaik selama kegiatan berlangsung,” ujar Zeky, Minggu (31/5/2026).
Tingginya partisipasi peserta menjadi salah satu indikator bahwa esports semakin mendapat tempat di kalangan anak muda.
Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen juga dimanfaatkan sebagai wadah untuk mempererat hubungan antarpemain dan komunitas yang selama ini aktif di Trenggalek.
Untuk mendukung jalannya pertandingan yang kompetitif, panitia telah mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis sejak jauh hari. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggunakan custom room resmi dari Garena Free Fire.
“Persiapannya sudah matang. Kami juga menggunakan custom room resmi dari Garena Free Fire supaya jalannya pertandingan lebih tertata dan peserta bisa bermain dengan nyaman,” kata Zeky.
Komunitas Esports Trenggalek Terus Berkembang
Menurut Zeky, turnamen Free Fire di Trenggalek telah diselenggarakan sebanyak dua kali. Keberlanjutan kegiatan tersebut diharapkan mampu menjaga semangat komunitas esports sekaligus membuka ruang bagi lahirnya talenta-talenta baru.
Meski demikian, penyelenggaraan turnamen masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah faktor jaringan internet yang menjadi penunjang utama dalam pertandingan berbasis daring.
“Kendala utama memang di jaringan. Karena pertandingan sangat bergantung pada koneksi yang stabil, jadi itu menjadi perhatian kami selama acara berlangsung,” ungkapnya.
Di sisi lain, turnamen kali ini juga memperlihatkan potensi besar dari pemain muda Trenggalek. Beberapa tim yang tampil menonjol diisi oleh peserta berusia relatif muda. Bahkan, terdapat pemain berusia 13 tahun yang berhasil bersaing dan meraih gelar juara.
Fakta tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan esports di Trenggalek.
Kehadiran pemain-pemain muda berprestasi menunjukkan bahwa daerah ini memiliki potensi regenerasi atlet esports yang menjanjikan apabila mendapat ruang dan pembinaan yang berkelanjutan.
“Semoga ke depannya makin banyak tim yang ikut berpartisipasi di event seperti ini. Kami juga berharap ada regenerasi dari usia muda. Karena sekarang sudah terlihat ada pemain yang masih sangat muda, bahkan ada yang 13 tahun dan mampu jadi juara. Ini tentu menjadi bibit unggul yang sangat bagus untuk jangka panjang perkembangan esports di Trenggalek,” pungkasnya.






