Puluhan SD dan SMP di Trenggalek Kekurangan Siswa Baru, Disdikpora Beri Penjelasan

Selasa, 15 Juli 2025 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disdikpora Trenggalek, Agoes Setiyono

Kepala Disdikpora Trenggalek, Agoes Setiyono

RagamWarta.com – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Trenggalek mengklarifikasi penyebab minimnya jumlah siswa baru di sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) pada tahun ajaran 2025/2026.

Tercatat, sebanyak 34 SD dan SMP negeri hanya menerima antara satu hingga lima siswa, bahkan satu SD sama sekali tidak mendapatkan peserta didik baru.

Kepala Disdikpora Trenggalek, Agoes Setiyono membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa rendahnya jumlah lulusan taman kanak-kanak (TK) di wilayah masing-masing menjadi salah satu penyebab utama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Misal satu TK hanya meluluskan tiga anak. Satu masuk SD negeri, dua lainnya bisa memilih sekolah lain,” ujar Agoes, Senin (14/7/2025).

Walaupun begitu, pihaknya juga menegaskan bahwa hak anak untuk mendapatkan pendidikan tetap harus dipenuhi, meskipun hanya ada satu siswa di dalam kelas.

“Itu hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Satu siswa pun harus tetap diajar,” tegasnya.

Selain itu, relokasi penduduk akibat pembangunan infrastruktur juga berdampak pada berkurangnya jumlah siswa di sekolah-sekolah tertentu. Salah satunya terjadi di SDN 3 Sumurup yang terdampak proyek pembangunan Bendungan Bagong.

“Warga sekitar pindah ke tempat yang lebih jauh dari sekolah. Jarak menjadi kendala baru bagi mereka,” jelasnya.

Agoes menambahkan, pihaknya kini tengah mengkaji opsi regrouping atau penggabungan sekolah jika tren penurunan siswa terus berlangsung. Namun, langkah inu tidak bisa dilakukan secara serampangan dan harus mempertimbangkan kondisi geografis.

“Kalau melihat topografinya, di daerah tertentu tiga kilometer bisa terasa sangat jauh karena jalannya naik turun. Jadi sekolahannya bisa semakin jauh,” paparnya.

Terakhir ia menyebutkan bahwa sekolah swasta saat ini menjadi pesaing nyata bagi sekolah negeri karena menawarkan layanan tambahan yang dianggap lebih menarik bagi orang tua.

“Walaupun sekolah swasta dianggap lebih menarik, namun sebenarnya tidak ada aturan yang menghambat sekolah negeri untuk berinovasi,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG
HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya
Filial Bulog KP Karangsoko Diresmikan Emil Dardak, Siap Perkuat Cadangan Pangan
Dispora Trenggalek Sambangi Juara Internasional MCGG, Dorong Pembinaan Berkelanjutan
Kapolres Trenggalek Baru, AKBP Rizky Resmi Pimpin Polres Trenggalek
Pemuda Trenggalek Juara Magic Chess Internasional, Kalahkan Filipina, hingga Vietnam
Kondisi Bayi yang Ditemukan di Desa Banaran Sehat, RSUD Lakukan Observasi 3 Hari
Kebakaran Hutan di Trenggalek Capai 10,5 Hektare, BPBD Imbau Warga Tak Bakar Lahan

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Imbas Dugaan Keracunan, SPPG Tamanan Hentikan Sementara Penyaluran MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:07 WIB

HP Anggota Polres Trenggalek Diperiksa Mendadak, Judol dan Pinjol Sasarannya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Filial Bulog KP Karangsoko Diresmikan Emil Dardak, Siap Perkuat Cadangan Pangan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Dispora Trenggalek Sambangi Juara Internasional MCGG, Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:37 WIB

Kapolres Trenggalek Baru, AKBP Rizky Resmi Pimpin Polres Trenggalek

Berita Terbaru