RagamWarta.com – Masuki hari kedua Operasi Patuh Semeru 2025, Satlantas Polres Trenggalek justru gencarkan upaya preventif. Jadi petugas tidak hanya menindak pelanggaran, tetapi juga memberikan edukasi dan sosialisasi.
Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto menjelaskan bahwa dalam operasi lalu lintas di simpang tiga Widowati ini lebih mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif guna meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Kita kombinasikan antara pola preemtif, preventif sekaligus represif atau penegakan hukum. Penindakan tegas tetap dilakukan, namun edukasi tetap menjadi bagian utama agar pelanggaran tidak terulang,” ungkap AKP Sony.
Menurutnya, salah satu bentuk edukasi adalah mengajak pengguna jalan memahami risiko pelanggaran lalu lintas yang dapat berujung pada kecelakaan fatal. Oleh karena itu, AKP Sony aktif melakukan sosialisasi langsung di lapangan.
“Dengan edukasi langsung di titik-titik strategis seperti ini, harapannya pengendara bisa lebih memahami aturan dan menerapkannya dalam keseharian,” tambahnya.
Selain memberikan edukasi, petugas juga mendata sedikitnya 115 pelanggaran lalu lintas dalam kegiatan tersebut. Pelanggaran paling banyak berasal dari pengendara yang tidak memiliki SIM dan masih di bawah umur.
Menanggapi hal itu, AKP Sony mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar tidak memberikan izin kepada anak-anak yang belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan bermotor.
“Ini adalah bagian dari peran kita bersama dalam melindungi generasi muda, menciptakan budaya tertib berlalu lintas, dan menyongsong Indonesia Emas,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Operasi Patuh Semeru 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai tanggal 14 hingga 27 Juli.
Operasi Patuh tahun ini mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas”, dengan sasaran prioritas berbagai pelanggaran berisiko tinggi terhadap keselamatan.






