Batu Pemutus Jalur Trenggalek Ponorogo Mulai Digempur, Diprediksi Terbuka 2 Hari Lagi

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses pemecahan batu yang jadi penghalang jalur nasional Trenggalek Ponorogo di KM 16, Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek.

Proses pemecahan batu yang jadi penghalang jalur nasional Trenggalek Ponorogo di KM 16, Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek.

RagamWarta.com – Batu Pemutus Jalur Trenggalek Ponorogo di KM 16, Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu mulai dihancurkan menggunakan alat berat, Rabu (4/3/2026).

Material longsor dengan estimasi volume sekitar 68 meter kubik itu sebelumnya menutup total badan jalan dan membuat arus lalu lintas lumpuh total.

Untuk saat ini upaya pembukaan akses difokuskan pada pemecahan batu sebagai penghalang utama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Jatim Satker Wilayah II BBPJN Jatim–Bali, Endhy Aktony menyebut empat alat berat telah diterjunkan untuk mempercepat proses pemecahan batu.

“Penanganan longsor saat ini sesuai himbauan Basarnas Trenggalek, jadi kami ada empat alat, satu breaker, dua ekskavator, dan satu loader. Tapi belum bisa maksimal kerja. Dari Basarnas menyarankan kerja di breaker dulu, setelah pecah baru nanti di-loading pakai ekskavator muat. Target saya untuk ini dua hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, batu akan dipecah lebih dulu menggunakan breaker sebelum serpihannya diangkut dan diratakan. Skema ini dipilih agar proses pembersihan badan jalan lebih efektif dan aman.

Setelah material terurai, permukaan jalan akan dirapikan agar kendaraan dapat melintas secara bertahap, meski bersifat sementara.

Di tengah proses tersebut, Endhy memastikan struktur tembok penahan tanah di sekitar lokasi tidak mengalami kerusakan fatal akibat longsor.

“Untuk tembok penahan alhamdulillah tidak ada masalah, cuma pecah karena ada batu. Pecah bukan karena longsor, tapi karena benturan batu,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, bagian bawah lereng ditutup terpal untuk mengurangi risiko rembesan air hujan yang dapat memicu longsor susulan, sembari menunggu perencanaan teknis lanjutan.

“Kemudian untuk di bawah saya kasih terpal biar tidak kena air terus sambil menunggu perencanaan bagaimana. Untuk lebaran paling enak blacktop,” tambahnya.

Adapun penanganan permanen masih menunggu kajian dari tim perencana balai, termasuk evaluasi kondisi tanah dan talud di sekitar titik longsor.

“Untuk penanganan permanen saya menunggu dari tim perencana dari balai untuk tindak lanjutnya mau diapakan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kecelakaan Renang di Trenggalek, Siswi Kelas IV SD Jadi Korban
Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat
Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel
Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok
Dua Kebakaran Terjadi di Tasikmadu Trenggalek dalam Sehari, Kerugian Capai Rp15 Juta
Hasil Pemeriksaan Makanan MBG SPPG Karangan Terungkap, Bacillus Cereus Ditemukan
Lapak UMKM FJTT 2026 Dibobol, 2 Stan Jadi Sasaran
Patroli Gentong Polres Trenggalek Bergerak Bantu Warga Hadapi Kemarau Panjang

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Dua Kebakaran Terjadi di Tasikmadu Trenggalek dalam Sehari, Kerugian Capai Rp15 Juta

Selasa, 29 September 2026 - 16:13 WIB

Hasil Pemeriksaan Makanan MBG SPPG Karangan Terungkap, Bacillus Cereus Ditemukan

Berita Terbaru