Kebun Melon di Trenggalek Ramai Diserbu Pembeli saat Ramadan

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ubai Mustakhim perlihatkan varietas melon andalannya pada awak media, Selasa (3/3/2026).

Ubai Mustakhim perlihatkan varietas melon andalannya pada awak media, Selasa (3/3/2026).

RagamWarta.com – Kebun melon di Trenggalek milik Ubai Mustakhim, warga Desa Parakan Kecamatan Trenggalek ramai dikunjungi pembeli menjelang ramadan.

Warga berburu melon premium dengan tingkat kemanisan di atas rata-rata untuk kebutuhan takjil hingga sajian lebaran.

Ubai menanam tiga varietas dalam satu lahan, yakni melon kuning jenis Petra Fani, melon hijau Jeblus atau Hami, serta melon putih Sani. Ketiganya dipanen dengan standar kualitas ketat sebelum dipasarkan ke supermarket.

“Setiap pembeli punya selera berbeda. Ada yang suka hijau, kuning, atau putih. Tidak ada patokan mana yang paling ramai, semuanya punya ciri khas,” ujarnya.

Menurut Ubai, perbedaan utama dari ketiga varietas tersebut terletak pada tekstur. Ada yang lebih renyah (crunchy), ada pula yang lembut dan sedikit kering.

Varietas putih bahkan baru pertama kali ia tanam untuk menjawab permintaan pasar.

Ia menetapkan standar kemanisan minimal 14 persen brix sebelum panen. Jika belum mencapai angka tersebut, buah akan dibiarkan matang di pohon selama beberapa hari hingga satu minggu.

“Kalau belum sampai 14 persen, biasanya saya tunda panen. Untuk melon premium ini rata-rata di atas 15 persen. Beda dengan melon pasaran yang biasanya 9 sampai 11 persen,” jelasnya.

Hasil panen dari kebun melon di Trenggalek tersebut dipasarkan dengan harga Rp25.000 per kilogram. Sistem panen dilakukan tiga bulan sekali, dengan pemberitahuan kepada pelanggan sekitar lima hingga sepuluh hari sebelum masa petik.

Salah satu pelanggan, Tamara Anisa Zain, mengaku rutin memesan sebelum panen tiba dan telah berlangganan lebih dari enam bulan.

“Kami suka beli di sini karena bisa lihat langsung kualitasnya, jadi tidak ragu. Kalau di pasar kadang khawatir ada pemanis tambahan,” katanya.

Berita Terkait

Ziarah Kubur Jelang Ramadan Bawa Berkah bagi Pedagang Bunga Tabur di Trenggalek
Landak Jawa Terekam Kamera Trap di Hutan Kota Trenggalek
Petani Kakao Milenial Asal Trenggalek Raup Jutaan Rupiah, Adib : Ditanam Tahun 1998
Tambang Emas Ra Ritek Karya Warga Trenggalek Raih Piala Citra FFI 2025
Petani Porang Ponorogo Untung Besar, Parlin : Ini Trik Menanam Porang agar Tumbuh Maksimal
Sandi, Sosok Pemuda Desa yang Sukses Lahirkan Petenis Meja Muda di Trenggalek
Ternyata Pohon Beringin Alun-alun Trenggalek Berusia Hampir Dua Abad
Menjaga Integritas di Tengah Tekanan, dan Ancaman: Kisah Ketua PN Trenggalek Dian Nur Pratiwi

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:06 WIB

Kebun Melon di Trenggalek Ramai Diserbu Pembeli saat Ramadan

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:15 WIB

Ziarah Kubur Jelang Ramadan Bawa Berkah bagi Pedagang Bunga Tabur di Trenggalek

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:02 WIB

Landak Jawa Terekam Kamera Trap di Hutan Kota Trenggalek

Minggu, 7 Desember 2025 - 18:10 WIB

Petani Kakao Milenial Asal Trenggalek Raup Jutaan Rupiah, Adib : Ditanam Tahun 1998

Jumat, 21 November 2025 - 17:09 WIB

Tambang Emas Ra Ritek Karya Warga Trenggalek Raih Piala Citra FFI 2025

Berita Terbaru

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Admono tunjukkan sedimen yang menumpuk di penyangga jembatan Ngasinan.

Peristiwa

Pembersihan Sedimen Jembatan Ngasinan, Mumpung Cuaca Cerah

Rabu, 1 Apr 2026 - 19:08 WIB

Suasana di pantai Pelang, Kecamatan Panggul, Trenggalek. (Foto: Google Local Guide @Guruh Hadi Putranto)

Berita

Kunjungan Pantai Pelang Melonjak 30 Persen Saat Lebaran 2026

Selasa, 31 Mar 2026 - 19:01 WIB