RagamWarta.com – Ketersediaan operator alsintan Trenggalek menjadi salah satu tantangan dalam mengoptimalkan pemanfaatan bantuan alat dan mesin pertanian.
Di tingkat kelompok tani, keterbatasan tenaga yang mampu mengoperasikan peralatan tersebut perlu diimbangi dengan pelatihan agar mekanisasi pertanian berjalan optimal.
Kondisi seperti ini salah satunya dihadapi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sumber Alam, Kecamatan Watulimo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gapoktan yang menaungi tujuh kelompok tani tersebut memiliki hamparan lahan sekitar 46 hektare yang saat ini terjangkau layanan, tetapi baru memiliki satu operator dari Poktan Sinartani.
Perwakilan Gapoktan Desa Sumber Alam, Imam Alim menyebut, penyiapan tenaga operator menjadi bagian penting dalam pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang diterima kelompoknya.
Pelatihan tambahan pun disiapkan agar pengoperasian peralatan dapat berjalan optimal dan mendukung kebutuhan petani di wilayah tersebut.
Mekanisasi Pertanian Diharapkan Pangkas Waktu Pengolahan Lahan
Keterbatasan operator menjadi hal yang perlu diperhatikan seiring penyaluran bantuan alsintan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani di Trenggalek.
Dinas Pertanian Trenggalek menyerahkan bantuan tersebut di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Karangan.
Bantuan yang disalurkan meliputi tiga unit traktor roda empat, 10 unit traktor roda dua dengan beberapa jenis, empat unit rice transplanter, tiga unit power thresher, serta satu unit combine harvester yang telah dikirim ke lokasi kelompok tani dan diserahkan secara simbolis.
Kepala Dinas Pertanian Trenggalek, Imam Nurhadi, mengatakan bantuan tersebut diharapkan segera dimanfaatkan untuk mempercepat pekerjaan pertanian sekaligus mendukung pencapaian ketahanan pangan.
“Hari ini kita serahkan alsintan dari anggaran APBN. Bantuan ini diharapkan segera bisa difungsikan di masyarakat dalam rangka percepatan pencapaian ketahanan pangan,” ujar Imam.
Bagi Gapoktan Desa Sumber Alam, penggunaan alsintan diharapkan dapat memangkas waktu pengolahan lahan yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup panjang.
Dengan dukungan mekanisasi, pekerjaan tersebut ditargetkan bisa diselesaikan sekitar satu minggu.
Pemanfaatan alat dilakukan melalui sistem sewa. Menurut Imam Alim, biaya yang dibayarkan petani digunakan untuk mendukung kas kelompok, termasuk membiayai perawatan peralatan.
Tarif sewa bagi petani setempat juga disebut lebih murah dibandingkan penyewaan di tempat lain.
Pendampingan dan Ketersediaan Air Tetap Diperhatikan
Selain menyiapkan tenaga operator, optimalisasi bantuan alsintan juga perlu didukung perawatan peralatan dan pendampingan teknis agar penggunaannya sesuai kebutuhan di lapangan.
Dinas Pertanian Trenggalek turut menyiapkan pendampingan teknis serta langkah antisipasi musim kemarau, termasuk menjaga ketersediaan air untuk mendukung kegiatan pertanian.
Upaya tersebut diarahkan untuk mempertahankan indeks pertanaman di atas dua kali dalam setahun, sehingga produktivitas lahan tetap terjaga dan pasokan pangan di Trenggalek dapat didukung secara berkelanjutan.






