RagamWarta.com – Terletak di bagian selatan Pulau Jawa, Kabupaten Trenggalek berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Tentu daya tarik pantai jadi andalan Pemerintah dalam mendulang Pendapatan Asli Daerah.
Untuk mendukung itu semua, Pemerintah Daerah menyediakan alat transportasi umum berupa bus wisata menuju ke beberapa lokasi pariwisata. Bus wisata ini tengah masuki tahap uji coba, bahkan sudah dimulai sejak Selasa (4/6/2024) lalu.
Dijelaskan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menjelaskan bahwa keberadaan bus wisata ini untuk memudahkan akses masyarakat yang ingin menuju ke tempat wisata.
“Harapannya nanti masyarakat kalau mau berwisata tidak perlu mikir harus sewa mobil, karena nanti kita sudah menyediakan,” kata Bupati Trenggalek saat dikonfirmasi secara terpisah, Selasa, (11/6/2024).
Arifin juga menegaskan bahwa bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek yang ingin mencoba menggunakan bus pariwisata saat ini masih belum dikenakan tarif pelayanan. Sementara nanti akan dikenakan tarif yang telah disepakati.
“Sementara untuk saat ini masih gratis, nanti ke depan bayangannya pay for service. Jadi untuk tarifnya akan kami sesuaikan,” sambungnya.
Pihaknya juga menjelaskan bahwa rute dari bus wisata akan dimulai dari Bus Smart Transit yang ada di Pasar Pon. Kemudian bus wisata akan melaju menuju lokasi wisata yang ada di Kecamatan Watulimo.
“Rutenya dimulai dari Pasar Pon terus kemudian menuju ke Watulimo. Kemudian di sekitaran area wisata juga ada shuttle bus yang akan berkeliling ke poin-poin pariwisata,” papar pria yang juga menjabat sebagai ketua umum Apkasi itu.
Sementara itu, Kasi Angkutan Orang dan Barang atau Khusus Dinas Perhubungan (Dishub) Trenggalek, Didik Budi Susilo, mengatakan bahwa bus pariwisata mulai berangkat di Pasar Pon pada pukul 07.00 WIB.
“Jadi pemberangkatan dari Pasar Pon menuju kawasan wisata di Watulimo mulai pukul 07.00 WIB. Sedangkan dari Watulimo kembali ke Pasar Pon dimulai pukul 13.00,” ujar Didik Budi Susilo.
Didik juga menjelaskan bahwa jumlah penumpang untuk sekali pemberangkatan rata-rata 18 orang. Dimana untuk bus wisata TGX-Cikar 6 orang sementara Bigbird 12 orang. Apabila animo masyarakat baik, bakal ada mengembangkan rute wisata.
“Kami akan melihat animo masyarakat. Jika menunjukkan tren positif kemungkinan akan memperluas layanan ke daerah wisata lain seperti Panggul dan Munjungan, bahkan hingga kecamatan lainnya,” tandasnya.






