RagamWarta.com – Masuki hari terakhir Operasi Ketupat Semeru 2025, arus balik Lebaran di Trenggalek terpantau mulai surut.
Volume kendaraan yang melintas di sejumlah ruas jalan mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Seperti penuturan Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Agus Prayitno bahwa tren penurunan arus lalu lintas ini terpantau dari hasil pemantauan di pos pelayanan maupun pos pengamanan lebaran.
“Arus lalu lintas sudah jauh berkurang. Ruas jalan didominasi pergerakan lokal,” ungkapnya, Selasa (8/4/2025).
Dijelaskan AKP Agus, arus balik Lebaran sudah dimulai sejak H+3 dan mencapai puncaknya pada Senin, 7 April 2025 kemarin. Puncak arus balik itu bertepatan dengan tradisi lebaran kupatan di Kabupaten Trenggalek.
Selain itu, faktor berakhirnya libur sekolah serta dimulainya aktivitas kerja di instansi pemerintah dan swasta juga mendorong para pemudik untuk kembali lebih awal ke tempat aktivitasnya masing-masing.
“Hari ini adalah hari terakhir Operasi Ketupat Semeru 2025. Alhamdulillah secara umum, situasi aman dan kondusif. Strategi dalam memberikan pelayanan pada pemudik juga bisa dikatakan sukses, tidak ada kemacetan panjang,” imbuhnya.
Meski Operasi Ketupat telah usai, Polres Trenggalek tetap akan melanjutkan pengamanan melalui kegiatan KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) guna menjaga situasi lalu lintas tetap aman dan tertib.
“Pasca operasi, akan dilanjutkan dengan KRYD selama 7 hari, mulai tanggal 9 sampai dengan 15 April 2025,” pungkasnya.
AKP Agus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran pengamanan selama masa arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
“Upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) akan terus kami lanjutkan, baik secara preemtif, preventif, maupun represif,” pungkasnya






