RAGAMWARTA – Kreatifitas harus dipupuk dimana saja, tak terkecuali di dalam rutan sekalipun. Seperti salah satu inovasi yang ada di Rutan Kelas II B Trenggalek ini. Beberapa warga binaan yang ada disini diberi wadah untuk mengasah kreativitas lewat seni lukis.
Kegiatan melukis seperti ini terbilang masih baru ada di Rutan Trenggalek. Walaupun awalnya hanya untuk mengasah kemampuan dan mengisi waktu luang, tak sedikit dari lukisan yang bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah.
Baca juga : Rugikan Negara 260 Juta, Oknum Perangkat Desa Ngulanwetan Dipenjara
Sesuai yang diterangkan Kasubsi pelayanan tahanan Rutan kelas II B Trenggalek Zainal Fanani bahwa sedikitnya ada 7 narapidana yang menekuni seni lukis di galeri seni rutan. Menurutnya, ke tujuh narapidana ini merupakan orang-orang yang memiliki hasrat untuk melukis.
Zainal juga menjelaskan bahwa pihak rutan hanya mengajarkan palatihan dasar, seperti pembuatan kanvas, pencampuran warna untuk gradasi, hingga jenis-jenis gaya melukis. Zainal juga menambahkan bahwa di galeri seni rutan, narapidana bebas mau memilih gaya lukisan.
Baca juga : Pemkab Trenggalek Sediakan 5000 liter Minyak Goreng Murah Untuk Masyarakat
Dan nampaknya lukisan karya narapidana tidak bisa dipandang sebelah mata. Terbukti dengan banyaknya karya yang sudah terjual. Bahkan sudah beberapa kali pihak Rutan menjual dan menerima pesanan lukisan dari berbagai daerah.
Nilai jualnya pun juga bervariasi, ada yang dihargai 200 ribu dan paling mahal yakni mencapai 1 setengah juta rupiah. Menurut Zainal, penentuan harga ditentukan oleh besarnya ukuran dan tingkat kesulitan sebuah lukisan. Sementara mayoritas karya lukisan di jual secara online.
Baca juga : Bermodal Kode OTP Pemuda Asal OKI Kuras Saldo BRImo Warga Trenggalek, Begini Modusnya
Terakhir, Zainal berharap kegiatan melukis menjadi menjadi rutinitas baru narapidana setelah keluar dari Rutan. Dengan demikian mereka bisa menghasilkan uang tanpa terjerat kasus pidana.






