RAGAMWARTA – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Aliansi Mahasiswa Trenggalek geruduk kantor dewan. Dalam aksinya, mereka minta pada Pemerintah agar perhatikan nasip rakyat kecil. Tidak hanya itu, mereka juga menyampaikan enam tuntutan pada anggota dewan.
Koordinator aksi Mohammad Rudi Kholiqunnahar menerangkan bahwa saat ini Indonesia tidak sedang baik-baik saja. Menurutnya banyak kebijakan Pemerintah yang dirasa tidak memihak pada rakyat kecil. Oleh karena itu, Rudi minta pada seluruh anggota Dewan untuk menyuarakan aspirasi mahasiswa hingga ke Pemerintah Pusat.
Baca juga : Curi HP Pemandu Lagu, Dua Tersangka Asal Surenlor Trenggalek Ditangkap Polisi
Tidak hanya menggelar aksi damai, kelompok mahasiswa juga gelar tahlil di depan gedung DPRD Trenggalek. Alasannya agar semua permintaan yang diminta disetujui dan diamini oleh Pemerintah Pusat.
Perlu diketahui, ada enam tututan yang dilayangkan kelompok mahasiswa pada anggota DPRD Trenggalek. Yang pertama menuntut esanggupan pemerintah dalam penyediaan stock BBM Pertalite. Kedua, menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak jenis pertamax.
Baca juga : AKD Tak Akan Lepas Aset Milik Desa, DPRD Trenggalek Surati Pemerintah Pusat
Ketiga, mendesak dan menuntut kesanggupan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. Keempat, tolak pencabutan peraturan menteri perdagangan no. 22 tahun 2021. Kelima, usut tuntas dan adili mafia minyak goreng. Dan terakhir, menolak kenaikan PPN yang saat ini mencapai angka 11 persen.






