Ragamwarta.com – Jaringan internet saat ini menjadi bagian yang sulit dilepas dari kehidupan masyarakat. Dengan adanya jaringan atau sinyal memudahkan semua orang untuk berkomunikasi dengan jarak jauh. Selain itu dengan sinyal bisa cepat mendapatkan informasi secara on-line.
Merujuk data Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Trenggalek, terdapat 17 Dusun mengalami susah sinyal. Diketahui area tanpa sinyal tersebut secara geografis masuk di kawasan pegunungan, Jum’at (15/12/2023).
“Jumlah area susah sinyal tahun 2023 dibandingkan 2022 mengalami penurunan,” ungkap Edif Hayunan Siswanto, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Trenggalek.
Menurut Edif, dengan adanya penurunan jumlah area susah sinyal di kawasan Trenggalek, maka dalam pendataan pada tahun 2023 lingkupnya diturunkan lebih kecil sampai cakupan Dusun.
“Pada tahun 2022 survei area susah sinyal masih berbasis desa, acuannya desa berkurang area susah sinyal. Namun, kami melakukan survei dengan basis Dusun,” terangnya.
Ditambahkan Edif, standar Desa yang tidak ada sinyal tersebut mengacu pada telekomunikasi menangkap sinyal 2G. Kemudian yang sudah terlepas dari susah sinyal standar Diskominfo wilayah yang memiliki sinyal yang sudah 3G.
“Sinyal 2G di era sekarang dengan perkembangan telekomunikasi tidak bisa digunakan, maka kami kategorikan area blank spot (susah sinyal)”, paparnya.
Saat ini dijelaskan Edif, yang menjadi kendala adalah mengentaskan kawasan blank spot. Pasalnya, pihak penyedia jaringan masih enggan membangun Base Transceiver Station (BTS) di daerah dengan masyarakat yang minim dalam mengakses internet.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, dengan sedikitnya penggunaan akses internet. Maka penyedia jaringan akan mengalami kerugian.
Mengatasi kendala yang ada, Dinas Kominfo saat ini lebih banyak menggandeng jasa penyedia ISP (Internet Service Provider) lokal ke lokasi-lokasi blank spot dengan menarik kabel optik ke wilayah yang sulit akan jangkauan sinyal.
“Skema tahun depan, Dinas Kominfo Trenggalek bakal melakukan survei kawasan lebih detail, karena di Trenggalek ini ada kawasan hutan dan ada kawasan datar, dengan begitu usulan yang kita ajukan ke Kemenkominfo bisa tepat sasaran,” pungkasnya.






