Warga Karangrejo Geruduk Salah Satu Ponpes di Kampak Trenggalek, Desak Polisi Percepatan Penyidikan Kasus

Minggu, 22 September 2024 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat warga Karangrejo geruduk Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Sugihan, Kecamatan Kampak, Trenggalek, namun sang kyai tidak berada di tempat.

Saat warga Karangrejo geruduk Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Sugihan, Kecamatan Kampak, Trenggalek, namun sang kyai tidak berada di tempat.

RagamWarta.com – Kasus dugaan pencabulan dalam sebuah pondok pesantren di Kabupaten Trenggalek kembali menjadi sorotan publik.

Keluarga korban yang jadi santri di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Sugihan, Kecamatan Kampak, Trenggalek, mendesak polisi untuk segera menuntaskan penyelidikan kasus yang menimpa putri mereka.

Bahkan pada Minggu (22/9/2024) pagi, puluhan orang dari pihak keluarga korban yang merupakan warga Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak geruduk pondok pesantren tersebut.

Mereka menuntut keadilan atas dugaan pencabulan yang menyebabkan sang santriwati hamil hingga melahirkan seorang bayi. Ironisnya kini, identitas ayah dari bayi tersebut masih belum jelas.

Warto ayah korban, merasa frustasi dengan lambannya proses hukum. Ia mengungkapkan bahwa anaknya telah menceritakan bahwa pemimpin pondok pesantren diduga sebagai pelaku.

Namun sampai sekarang, Warto mengaku belum bisa bertemu langsung dengan pemimpin pesantren tersebut, dan belum ada perkembangan signifikan dari pihak kepolisian.

“Saya sudah lapor polisi, tapi sampai sekarang belum ada perkembangan berarti. Polisi sempat bilang masih kekurangan saksi, bahkan meminta kami menunggu sampai bayi lahir. Sekarang bayinya sudah dua bulan, tapi perkembangan kasusnya masih belum jelas,” ungkap Warto.

Meski telah menahan diri dan mengikuti saran penyidik agar tidak bertindak gegabah, keluarga korban merasa proses hukum berjalan sangat lambat.

Mereka khawatir jika kasus ini terus berlarut-larut tanpa kejelasan, ketidakpuasan masyarakat akan semakin meningkat dan hal-hal yang tidak diinginkan balal terjadi.

“Kami hanya ingin hukum ditegakkan dan pelaku mendapatkan ganjaran setimpal. Kami tidak ingin berbuat main hakim sendiri, tapi jika dibiarkan, masyarakat bisa semakin marah,” tegas Warto.

Pihak keluarga berharap polisi segera mengungkap siapa pelaku di balik kehamilan anak mereka dan menuntut keadilan ditegakkan.

“Kalau sudah ditemukan siapa pelakunya, saya juga tidak ingin punya mantu seperti itu, karena kelakuannya sudah seperti binatang. Saya hanya ingin proses hukum berjalan,” jelasnya.

Sementara itu, pemimpin pondok pesantren belum memberikan tanggapan resmi dan belum menemui keluarga korban meskipun sudah dijanjikan akan ada pertemuan.

 

Berita Terkait

Bantuan Sosial Kemensos Trenggalek Rp191 Juta Disalurkan ke 68 Warga, Ini Syarat Penerimanya
Pegawai DPMD Trenggalek Ditemukan Meninggal di Mushola, di Duga Serangan Jantung
Vonis Masduki Bertambah, Total Hukuman Jadi 11 Tahun Penjara
Fortuner Tertimpa Batu di Trenggalek-Ponorogo Km 16, Jalur Ditutup Total Sementara
Balita di Banaran Tenggelam di Kubangan Galian C, Diduga Terpeleset Saat Bermain
Pelaku Arisan Bodong Trenggalek Ditangkap, Sempat Kabur ke Timor Leste
Pembersihan Sedimen Jembatan Ngasinan, Mumpung Cuaca Cerah
Basarnas Trenggalek Evakuasi Nelayan, Terapung 4 Jam di Laut Ditemukan Selamat di Teluk Prigi

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:04 WIB

Bantuan Sosial Kemensos Trenggalek Rp191 Juta Disalurkan ke 68 Warga, Ini Syarat Penerimanya

Jumat, 24 April 2026 - 16:22 WIB

Pegawai DPMD Trenggalek Ditemukan Meninggal di Mushola, di Duga Serangan Jantung

Kamis, 23 April 2026 - 19:08 WIB

Vonis Masduki Bertambah, Total Hukuman Jadi 11 Tahun Penjara

Kamis, 16 April 2026 - 14:12 WIB

Fortuner Tertimpa Batu di Trenggalek-Ponorogo Km 16, Jalur Ditutup Total Sementara

Selasa, 14 April 2026 - 18:06 WIB

Balita di Banaran Tenggelam di Kubangan Galian C, Diduga Terpeleset Saat Bermain

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Trenggalek, Edy Soepriyanto secara simbolis berangkatkan JCH asal Trenggalek dari Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin dini hari (18/5/2026).

Berita

Tiga Calon Jamaah Haji Trenggalek Diganti Kuota Cadangan

Senin, 18 Mei 2026 - 16:01 WIB