RagamWarta.com – Insiden penyerangan Polsek Watulimo oleh ratusan anggota perguruan silat menjadi catatan serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek.
Menanggapi hal itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menegaskan pentingnya introspeksi dan pembenahan dalam dunia pencak silat untuk mencegah aksi kekerasan serupa di masa mendatang.
“Kalau sudah merusak aset dan membahayakan nyawa orang lain, tentu harus diambil tindakan tegas,” ujar Bupati Trenggalek yang akrab disapa Mas Ipin, Kamis (23/1/2025).
Sebagai langkah awal, pemerintah daerah tengah mengkaji kebijakan untuk menekan potensi konflik, termasuk kemungkinan pembekuan sementara kegiatan perguruan silat.
Menurut Mas Ipin, pencak silat sebagai warisan budaya harus kembali pada esensinya, yakni membentuk manusia yang berakhlak dan berkarakter.
“Kita harus pastikan bahwa perguruan silat bukan tempat melatih kekerasan, tetapi melahirkan individu yang kesatria. Jika tidak ada komitmen untuk berubah, pembekuan bisa menjadi salah satu opsi,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Trenggalek juga mendukung proses hukum yang tengah berjalan di Polres Trenggalek dan Polda Jatim.
“Kami berharap penegakan hukum dapat memberikan efek jera sekaligus menjadi momentum pembinaan bagi para pelaku,” harap Mas Ipin.
Terakhir, mas Ipin menegaskan bahwa Pemkab Trenggalek akan berperan aktif dalam menjaga keamanan dan harmoni sosial di wilayahnya.
Kajian bersama dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk merumuskan kebijakan yang adil namun tegas, guna memastikan aksi-aksi kekerasan serupa tidak terulang.
“Kita akan lihat bagaimana langkah terbaik dari sisi pemerintah. Apakah pembekuan, teguran, atau langkah lain. Semua sedang kita kaji,” pungkasnya.






