Wujudkan Kota Berdaya Saing, Bupati Trenggalek Gandeng Arsitek Landscape Internasional

Jumat, 14 Februari 2025 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin gali potensi lokal untuk pariwisata bersama Arsitek Landscape Internasional.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin gali potensi lokal untuk pariwisata bersama Arsitek Landscape Internasional.

RagamWarta.com – Susun tata kota yang berkelanjutan, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin minta bantuan arsitek landscape lulusan Singapura dan Inggris.

Dalam keterangannya, Arifin menegaskan bahwa pembangunan Trenggalek tidak akan sekadar meniru daerah lain, melainkan diarahkan secara strategis untuk mencapai sebuah visi besar.

“Hari ini kita melakukan rapat sinkronisasi pembangunan jangka panjang dalam upaya mencapai cita-cita Net Zero Carbon. Secara kewenangan, saya hanya mengawal lima tahun ke depan, tapi secara dokumen kita punya perencanaan hingga tahun 2045,” ujarnya, Rabu (12/2/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Arifin, pembangunan Trenggalek harus mengarah pada kota yang ramah lingkungan dan ekonominya tumbuh secara berkelanjutan.

“Jika kita menginginkan Net Zero Carbon, maka kota ini harus walkable, berkelanjutan, dan berbasis Green Economy. Secara ekonomi, kita harus bisa menarik investasi dan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan,” tambahnya.

Dengan gagasan yang menggebu-gebu, namun ketika ditanya mengenai konsep detailnya, Bupati Trenggalek malah memilih untuk menunggu hasil final.

“Kita lihat saja nanti hasilnya seperti apa,” katanya singkat.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin lakukan sinkronisasi dengan arsitek landscape internasional asal Malang.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin lakukan sinkronisasi dengan arsitek landscape internasional asal Malang.

Menggandeng Arsitek Landscape Berprestasi

Dalam rapat saat itu, dihadiri juga oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta Qintharra U. Yassifa, seorang arsitek landscape asal Malang yang memiliki rekam jejak internasional.

Qintharra meraih gelar S1 dari Nanyang Academy of Fine Art, Singapura, dalam waktu hanya tiga tahun, kemudian melanjutkan studi S2 di Birmingham City University, Inggris.

Prestasinya di dunia arsitektur landscape cukup gemilang, Qintharra pernah meraih juara 3 dalam Landscape Design Competition yang diadakan National Parks Board, Singapura, serta penghargaan First Class Honours in Landscape Architecture dari Birmingham City University.

Menurut Qintharra, konsep tata kota Trenggalek akan berfokus pada Net Zero Carbon dan Smart City Hub.

“Trenggalek harus terintegrasi dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Selain itu, pengurangan emisi karbon dan jaringan yang ramah lingkungan juga menjadi prioritas,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan kota ini harus berbasis partisipasi masyarakat.

“Konsepnya adalah for the people, by the people. Artinya, masyarakat akan ikut berperan dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung berbagai program berbasis lingkungan,” tambahnya.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, ajak Qintharra U. Yassifa tinjau kebun kopi di Bendungan.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, ajak Qintharra U. Yassifa tinjau kebun kopi di Bendungan.

Memanfaatkan Potensi Lokal untuk Pariwisata Berkelanjutan

Saat melakukan pemetaan di lapangan, Qintharra menilai Trenggalek memiliki banyak potensi, termasuk kebun kopi yang berstatus cagar budaya.

“Kebun kopi ini punya potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik ekowisata. Hutannya masih sangat bagus, jadi tidak perlu reboisasi besar-besaran,” katanya.

Sementara tantangan utamanya, adalah bagaimana meningkatkan nilai ekonomi kawasan ini agar menarik bagi wisatawan.

“Kita perlu membangun Mobility Hub dari area bawah ke atas agar akses lebih mudah. Selain itu, revitalisasi kebun kopi juga penting agar bisa menjadi pusat interaksi masyarakat dan wisatawan,” pungkasnya.

Dengan konsep Smart City Hub yang berorientasi pada Net Zero Carbon, Trenggalek diharapkan menjadi kota yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan dan nyaman bagi warganya.

 

Berita Terkait

Anggaran Pinjaman Trenggalek Masih Muncul di APBD 2027, Begini Penjelasannya
Pemkab Trenggalek Ikut Peringati Hari Jadi Jatim ke-81, Ini Pesan Pj Sekda
Masa Tugas Pj Sekda Trenggalek Diperpanjang 3 Bulan, Begini Mekanismenya
Pemkab Trenggalek Siapkan Anggaran Jalan Panggul Rp3,5 M, Tiga Ruas Jadi Prioritas
Polemik Perubahan Desil, DPRD Trenggalek Dorong Pemutakhiran Data Lewat Musdes
Dispora Trenggalek Siapkan Gebrakan Olahraga 2026, Bidik Bibit Atlet Potensial
Jalan Krandekan-Gandusari Segera Diperbaiki, Disediakan Anggaran Rp10 Miliar
Perda Pilkades Trenggalek 2027 Masih Tunggu Fasilitasi Pemprov Jatim

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:08 WIB

Anggaran Pinjaman Trenggalek Masih Muncul di APBD 2027, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Pemkab Trenggalek Ikut Peringati Hari Jadi Jatim ke-81, Ini Pesan Pj Sekda

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Masa Tugas Pj Sekda Trenggalek Diperpanjang 3 Bulan, Begini Mekanismenya

Rabu, 30 September 2026 - 08:06 WIB

Pemkab Trenggalek Siapkan Anggaran Jalan Panggul Rp3,5 M, Tiga Ruas Jadi Prioritas

Sabtu, 12 September 2026 - 17:36 WIB

Polemik Perubahan Desil, DPRD Trenggalek Dorong Pemutakhiran Data Lewat Musdes

Berita Terbaru