RagamWarta.com – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin melakukan perombakan pejabat tinggi pratama dengan melantik tiga kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru.
Pelantikan yang digelar di Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin (1/9/2025), dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan sekaligus memperkuat kinerja birokrasi daerah.
Tiga pejabat yang dilantik, yaitu:
- Cusi Kurniawati, sebelumnya Kepala Dinas Perikanan, kini menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan.
- Sunyoto, sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, kini dipercaya menjadi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
- Heri Yulianto, sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan, kini menempati posisi Kepala Badan Kepegawaian Daerah.
Dengan promosi jabatan ini, otomatis terjadi kekosongan di OPD lama. Bupati Trenggalek langsung menunjuk pelaksana tugas (Plt) agar roda organisasi tetap berjalan.
- Pucuk pimpinan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) kini diisi oleh Plt. Edy Santoso.
- Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) diisi oleh Plt. Totok Rudijanto.
- Karena ada perubahan SOTK, dimana Dinas Perikanan dan Dinas Peternakan dijadikan satu OPD, sehingga posisi ini diisi sementara oleh Plt. Cusi Kurniawati.
Setelah mengambilan sumpah dan pelantikan 3 pejabat eselon dua, Bupati Trenggalek menegaskan bahwa perombakan ini membawa semangat baru bagi jalannya pemerintahan.
Ia juga menyebut beberapa alasan di balik penempatan pejabat tersebut, di antaranya pengisian Asisten Perekonomian agar kebijakan ekonomi bisa lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kepala Kesbangpol dipilih dari sosok yang memahami kebudayaan, sehingga konflik di masyarakat dapat dihadapi dengan cara yang lebih beradab. Dan Kepala BKD dipilih dari figur organisatoris dengan latar belakang aktivis, yang harapannya mampu mendorong ASN lebih progresif dalam bekerja,” jelas Bupati Trenggalek.
Selain itu, bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini juga mengingatkan pentingnya memperbarui niat dalam menjalankan amanah jabatan. Menurutnya, pejabat publik perlu menjaga semangat kerja agar tidak menyepelekan tanggung jawab.
“Kalau kerja terlalu lama, bisa saja menyepelekan pekerjaan. Agar tidak, niat harus terus diperbaiki. Itu berlaku bagi semua, termasuk saya,” tandasnya.






