Pameran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 Angkat Jejak Pengrajin dan Seni Jaranan Trenggalek

Selasa, 22 September 2026 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pameran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) 2026 di Pendapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek

Pameran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) 2026 di Pendapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek

RagamWarta.com – Pameran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka atau FJTT 2026 menghadirkan cara berbeda dalam mengenalkan seni tradisional kepada masyarakat. Tidak hanya memajang berbagai perlengkapan jaranan, pameran ini mengajak pengunjung melihat sosok pengrajin dan seniman yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kesenian tersebut.

 

Pameran jaranan tersebut berlangsung di Pendapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek pada 20–26 September 2026. Sejumlah karya dan temuan hasil riset ditampilkan untuk memperlihatkan keberagaman karakter seni jaranan yang berkembang di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pameran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 Fokus pada Sosok Pengrajin

 

Konsep pameran FJTT tahun ini memiliki perbedaan dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Tim pameran tidak hanya melihat jaranan berdasarkan wilayah atau gaya daerah, tetapi mencoba mengarahkan perhatian masyarakat kepada orang yang berada di balik terciptanya sebuah karya.

 

Saga Tanjung, anggota tim pameran FJTT, menjelaskan bahwa penyebutan gaya berdasarkan daerah selama ini cukup umum digunakan untuk mengenali berbagai bentuk jaranan maupun barongan. Namun, pendekatan tersebut dinilai belum sepenuhnya menggambarkan karakter dari seniman yang membuatnya.

 

“Tahun ini kami mencoba lebih mengangkat pengrajin. Masyarakat biasanya mengenali barongan berdasarkan daerah, misalnya gaya Kedirian atau Tulungagungan. Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa setiap pengrajin atau seniman juga memiliki ciri khas masing-masing,” ujar Saga.

 

Menurutnya, karakter seorang pengrajin dapat dilihat melalui bentuk, bahan, hingga detail karya yang dihasilkan. Karena itu, pameran FJTT 2026 tidak sekadar membicarakan asal daerah sebuah kesenian, tetapi juga memperkenalkan proses kreatif di balik karya tersebut.

 

Riset Sebulan Temukan Cerita Unik dari Kelompok Jaranan

 

Materi yang ditampilkan dalam pameran diperoleh melalui proses riset yang dilakukan tim selama kurang lebih 1 bulan. Tim berkeliling untuk menemukan kelompok maupun pengrajin yang memiliki keunikan dan cerita yang menarik untuk diperkenalkan kepada pengunjung.

 

Salah satu kelompok yang kemudian mendapat perhatian adalah Sanggar Jampi Kudo Tri Lestari. Tim menemukan penggunaan material alam dalam perlengkapan kesenian yang mereka buat.

 

“Kami menemukan Sanggar Jampi Kudo Tri Lestari yang menggunakan material dari alam. Salah satunya pecut berbahan bambu yang dicari dan dibuat sendiri. Hal itu menjadi salah satu karakter yang menarik untuk ditampilkan,” kata Saga.

 

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa kesenian tradisional juga memiliki keterkaitan dengan lingkungan. Pemanfaatan bahan alam menjadi bagian dari pengetahuan dan kreativitas yang diwariskan dalam proses berkesenian.

 

Peran Perempuan Turut Diangkat dalam Pameran

 

Selain aspek pengrajin dan lingkungan, tim pameran juga menemukan sisi lain dari perkembangan jaranan melalui Sanggar Mayangsari. Di kelompok tersebut, keterlibatan ibu-ibu PKK menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian tim.

 

Keterlibatan perempuan tersebut dinilai memberikan perspektif baru terhadap kesenian jaranan. Selama ini jaranan terkadang masih dikaitkan dengan kesan menyeramkan atau pertunjukan yang lebih identik dengan laki-laki.

 

“Di Sanggar Mayangsari kami menemukan peran ibu-ibu PKK yang ikut mengubah pandangan terhadap jaranan. Mereka memberikan warna baru sehingga jaranan bisa dinikmati oleh siapa saja dan menjadi lebih inklusif,” jelas Saga.

 

Temuan tersebut kemudian menjadi bagian dari materi pameran untuk menunjukkan bahwa perkembangan seni tradisional tidak hanya bergantung pada pertunjukannya, tetapi juga pada masyarakat yang ikut merawat dan mengembangkannya.

 

Berbeda dari Pameran FJTT Tahun Sebelumnya

 

Perbedaan lainnya terlihat dari materi yang dipilih. Pada pameran sebelumnya, tim lebih banyak menampilkan artefak lama yang berkaitan dengan jaranan, seperti barongan dan eblek.

 

Sementara tahun ini, perhatian diperluas pada keberagaman bentuk karya sekaligus cerita para pembuatnya. Salah satunya adalah variasi eblek Turangga Yakso yang ternyata memiliki bentuk dan karakter yang beragam.

 

“Kami sebelumnya lebih banyak menampilkan artefak yang sudah lama. Sekarang kami mencoba menghadirkan lebih banyak variasi, termasuk melihat bagaimana karya seperti eblek Turangga Yakso memiliki banyak bentuk,” ungkap Saga.

 

Pengunjung Melihat Jaranan dari Perspektif Berbeda

 

Konsep tersebut mendapat respons dari pengunjung. Thalia Silfiana menilai pameran FJTT 2026 memberikan pengalaman berbeda karena jaranan tidak hanya disajikan sebagai benda tradisi atau bagian dari pertunjukan.

 

“Menurut saya menarik karena di sini jaranan tidak hanya dilihat sebagai artefak, tradisi, atau pertunjukan. Ada banyak elemen visual yang bisa ditampilkan dan selama ini mungkin jarang diperhatikan masyarakat,” tutur Thalia.

 

Ia juga tertarik dengan Jaranan Jampi yang menurutnya memiliki keunikan tersendiri karena terdapat tiga jenis jaranan yang dimainkan dalam waktu bersamaan.

 

Melalui pameran ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal keragaman seni jaranan sekaligus memahami bahwa setiap karya memiliki cerita dan karakter pembuatnya. FJTT 2026 pun tidak hanya menjadi ruang untuk melihat hasil karya, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan pengrajin, seniman, lingkungan, serta peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan seni tradisional Trenggalek.

Berita Terkait

Satlantas Polres Trenggalek Bekali Ojol Safety Riding hingga Cek Kesehatan Gratis
FJTT 2026 Masuk KEN, Kesenian Jaranan Trenggalek Makin Dikenal
Deputi Kemenpar Buka FJTT, Sebut Jaranan Jadi Identitas Khas Trenggalek
Membaca Buku Gratis di Trenggalek, Puluhan Buku Bisa Dinikmati Warga
Patroli Gentong Polres Trenggalek Bergerak Bantu Warga Hadapi Kemarau Panjang
Dispensasi Kawin di Trenggalek Capai 20 Perkara, Sejumlah Pemohon Sudah Hamil
FJTT 2026 Trenggalek Hadir 7 Hari, Tiket Reguler Gratis
Patroli Gentong Polres Trenggalek Salurkan Ribuan Liter Air Bersih

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 17:01 WIB

Satlantas Polres Trenggalek Bekali Ojol Safety Riding hingga Cek Kesehatan Gratis

Selasa, 22 September 2026 - 16:07 WIB

Pameran Festival Jaranan Trenggalek Terbuka 2026 Angkat Jejak Pengrajin dan Seni Jaranan Trenggalek

Senin, 21 September 2026 - 15:54 WIB

FJTT 2026 Masuk KEN, Kesenian Jaranan Trenggalek Makin Dikenal

Senin, 21 September 2026 - 10:40 WIB

Deputi Kemenpar Buka FJTT, Sebut Jaranan Jadi Identitas Khas Trenggalek

Minggu, 20 September 2026 - 17:44 WIB

Membaca Buku Gratis di Trenggalek, Puluhan Buku Bisa Dinikmati Warga

Berita Terbaru