RagamWarta.com – Ekosistem esports Trenggalek semakin berkembang dengan munculnya ruang-ruang kompetisi baru di tingkat lokal.
Tidak hanya melalui turnamen berskala besar, pembinaan pemain juga mulai tumbuh dari tempat seperti warung kopi hingga gaming center.
Gambaran ini terlihat dari dua kegiatan esports yang berlangsung bersamaan pada Minggu (20/9/2026) kemarin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertandingan digelar di Panggon Dolan Coffee dan Sadewa Gaming, dengan masing-masing menghadirkan nomor pertandingan berbeda.
Kedua kegiatan tersebut turut menggandeng E-Sports Indonesia atau ESI Trenggalek.
Pendampingan diberikan sesuai kebutuhan masing-masing penyelenggara, mulai dari persiapan, pelaksanaan pertandingan, hingga memastikan kompetisi berjalan sesuai ketentuan.
Warung Kopi Jadi Ruang Kompetisi Pemain Muda
Di Panggon Dolan Coffee, rangkaian turnamen telah berlangsung sejak 13 September 2026. Kompetisi diawali dengan nomor Free Fire yang diikuti 18 tim atau 90 peserta.
Rangkaian kemudian ditutup pada 20 September melalui pertandingan Mobile Legends yang diikuti 12 tim atau 60 peserta. Selain itu, nomor Magic Chess juga dipertandingkan dengan jumlah 16 peserta.
Untuk nomor Mobile Legends, Fighter Corporation keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Fighter Sports Apparel, sedangkan Kelapa berada di posisi ketiga.
Kompetisi tersebut juga memperlihatkan munculnya sejumlah pemain muda. Peserta dari dua tim yang berada di posisi teratas didominasi pemain dengan usia rata-rata di bawah 22 tahun.
Kondisi ini menjadi salah satu gambaran bahwa ruang kompetisi bagi atlet muda mulai terbentuk. Kompetisi lokal tersebut sekaligus dapat menjadi bagian dari proses pembinaan menuju Porprov Jawa Timur 2027.
Pemilik Warung Kopi Panggon Dolan, Raditya Ramadhana Putra atau Mas Radit, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan sebagai hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi pemain esports untuk berkembang.
“Pada dasarnya kita turut menyukseskan pembinaan atlet sejak dini. Kolaborasi dengan ESI Trenggalek terus kita jalin untuk perkembangan esports Trenggalek,” ujar Radit.
Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha lokal dalam penyelenggaraan kompetisi dapat menjadi bagian dari upaya memperluas ruang bagi perkembangan esports di Trenggalek.
Gaming Center Mulai Buka Ruang untuk eFootball
Ruang kompetisi serupa juga mulai muncul di gaming center. Di Sadewa Gaming, untuk pertama kalinya digelar pertandingan eFootball Console Duo yang diikuti 10 tim atau 20 peserta.
Pemilik Sadewa Gaming, Fajar, menyebut penyelenggaraan perdana tersebut sebagai langkah awal untuk melihat respons pemain terhadap kompetisi eFootball di Trenggalek.
“Ini masih awal, kita cek ombak. Peserta diikuti sebanyak 10 tim atau 20 peserta. Nantinya kita tingkatkan lagi,” kata Fajar.
Ia menilai penyelenggaraan kompetisi tersebut merupakan keberanian untuk membuka nomor pertandingan baru, meskipun skalanya masih terbatas.
“Walaupun bukan event besar, tapi kita berani mencoba,” imbuhnya.
ESI Trenggalek turut memberikan pendampingan terhadap kegiatan di Sadewa Gaming. Ketua Bidang Wasit dan Pelatih ESI Trenggalek, Agrian Jovanzki atau Jojo ditugaskan untuk mendampingi jalannya pertandingan.
Jojo mengatakan berlangsungnya dua kegiatan dalam waktu bersamaan menunjukkan semakin terbukanya ruang kolaborasi antara ESI dengan pelaku usaha maupun penyelenggara lokal.
“Karena pada tanggal 20 September 2026 ini ada dua kegiatan, saya ditugaskan untuk mendampingi di Sadewa PlayStation dan Mas Wildan di Panggon Dolan,” jelas Agrian.
Menurutnya, kompetisi eFootball di Sadewa Gaming yang baru pertama kali digelar dapat menjadi langkah awal untuk membentuk tim eFootball dua orang.
“Event di sini berjalan lancar. Karena masih pertama kali diselenggarakan dan bekerja sama dengan ESI Trenggalek, meskipun pesertanya masih beberapa, ini menjadi pondasi awal untuk terbentuknya tim eFootball dua orang,” ujarnya.
Wakil Sekretaris Umum ESI Kabupaten Trenggalek, Wildan Bisri mengatakan pendampingan terhadap kegiatan esports tidak berhenti saat pertandingan berlangsung.
ESI Trenggalek berupaya mengawal kegiatan sejak tahap persiapan hingga setelah kompetisi selesai.
“Panggon Dolan sangat support terhadap perkembangan esports di Trenggalek, dan ini sejalan dengan tujuan ESI Trenggalek,” ungkap Wildan.
Ia menambahkan, pendampingan dilakukan secara menyeluruh agar penyelenggaraan kompetisi dapat berjalan dengan baik.
“Pendampingan terus kami kawal, mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga pasca kegiatan. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” imbuhnya.






