RagamWarta.com – Piala Pelajar ESI Trenggalek menjadi agenda baru E-Sports Indonesia (ESI) Kabupaten Trenggalek pada 2026. Kompetisi yang menyasar pelajar SMP dan SMA sederajat ini disiapkan sebagai bagian dari pembinaan atlet muda sekaligus persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.
ESI Trenggalek sebelumnya memiliki agenda tahunan Trenggalek Esports Championship (TEC). Kompetisi tersebut telah memasuki Season 2 pada 2025 dan semula direncanakan berlanjut ke Season 3 pada September 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, rencana itu kemudian disesuaikan. ESI Trenggalek memilih mengarahkan agenda tahun ini untuk memperkuat pembinaan atlet usia muda melalui Piala Pelajar ESI Trenggalek 2026.
Ketua Harian ESI Kabupaten Trenggalek, Setiawan Alim Wijaya, mengatakan perubahan program dilakukan setelah pengurus mempertimbangkan kebutuhan regenerasi atlet untuk kompetisi tingkat provinsi.
“TEC Season 2 sudah kita laksanakan tahun 2025. Tahun ini sebenarnya Season 3 kita rencanakan September, tetapi ada beberapa penyesuaian sehingga programnya kita arahkan ke pembinaan atlet muda,” ujar Alim.
Menurut Alim, persiapan menuju Porprov 2027 menjadi salah satu pertimbangan utama. ESI Trenggalek memperoleh informasi mengenai ketentuan batas usia atlet esports yang akan diterapkan pada ajang tersebut, yakni maksimal 25 tahun.
Kondisi itu membuat pembinaan tidak bisa dilakukan secara mendadak. Atlet yang masih berada di usia sekolah mulai dipetakan sejak sekarang agar memiliki waktu untuk mengembangkan kemampuan dan pengalaman bertanding.
“Kalau untuk Porprov 2027 ada batasan usia, maka pembinaan harus kita mulai dari atlet-atlet muda. Kita siapkan dari sekarang supaya nantinya ada regenerasi,” jelasnya.
Piala Pelajar ESI Trenggalek Jadi Wadah Pembinaan Atlet Esports
Piala Pelajar ESI Trenggalek 2026 tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi untuk memperebutkan gelar juara. ESI Trenggalek ingin menjadikan turnamen tersebut sebagai sarana pencarian bibit atlet esports dari lingkungan sekolah.
Peserta dari jenjang SMP dan SMA sederajat akan menjadi sasaran utama. Dari kompetisi tersebut, ESI dapat melihat potensi pemain muda yang nantinya berpeluang mendapatkan pembinaan lebih lanjut.
“Yang kita cari bukan hanya pemenang turnamen. Kita ingin melihat potensi atlet dari kalangan pelajar untuk kemudian dibina. Harapannya dalam dua atau tiga tahun ke depan kita masih punya atlet yang potensial,” ungkap Alim.
Pengurus ESI Kabupaten Trenggalek telah membahas perubahan program tersebut dalam rapat internal. Pembahasan melibatkan sejumlah bidang, mulai organisasi, pembinaan atlet dan prestasi, kompetisi, hingga wasit dan pelatih.
Hasil pembahasan tersebut menetapkan Piala Pelajar ESI Trenggalek sebagai salah satu agenda pembinaan yang akan dilaksanakan pada 2026. Pelaksanaannya direncanakan berlangsung pada Desember, setelah agenda ujian sekolah selesai.
“Untuk teknisnya masih akan kita matangkan bersama pengurus. Tetapi untuk pelaksanaannya sudah kita sepakati, Piala Pelajar 2026 akan kita selenggarakan,” kata Alim.
Sekolah Diproyeksikan Jadi Lokasi Kompetisi
ESI Trenggalek juga menyiapkan konsep penyelenggaraan yang melibatkan sekolah. Salah satu sekolah di Kabupaten Trenggalek direncanakan menjadi lokasi utama atau home base Piala Pelajar 2026.
Sekolah yang akan menjadi tuan rumah masih dalam tahap penjajakan. ESI Trenggalek akan melakukan komunikasi dengan sejumlah sekolah untuk menentukan lokasi yang dapat mendukung pelaksanaan kompetisi.
Sekolah yang memiliki ketertarikan menjadi tuan rumah juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan minat kepada ESI Kabupaten Trenggalek.
“Untuk home base nanti rencananya di salah satu sekolah. Kita akan bernegosiasi dengan sekolah yang memungkinkan untuk menjadi tuan rumah. Kalau ada sekolah yang ingin mengajukan diri, bisa menghubungi ESI Kabupaten Trenggalek melalui Instagram,” tutur Alim.
Selain kompetisi, ESI Trenggalek berencana menggelar sosialisasi esports di lingkungan sekolah. Sasaran awalnya adalah guru olahraga dan siswa yang tergabung dalam OSIS.
Program tersebut diharapkan dapat memperluas pengenalan esports di lingkungan pendidikan sekaligus membuka komunikasi antara ESI dan sekolah. Materi serta mekanisme sosialisasi masih akan dibahas lebih lanjut oleh pengurus.
ESI Trenggalek Cari Peluang Sponsorship
Pembinaan atlet muda menjadi salah satu fokus ESI Trenggalek, tetapi organisasi tersebut juga mulai memikirkan keberlanjutan pendanaan kegiatan.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperkuat branding esports di Kabupaten Trenggalek. Dengan branding yang lebih luas, ESI berharap terbuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui sponsorship.
“Selain membina atlet, kita juga perlu membangun branding esports ke luar. Harapannya bisa membuka kerja sama sponsorship karena setiap kegiatan tentu membutuhkan pendanaan,” ujar Alim.
ESI Kabupaten Trenggalek saat ini mendapatkan dana hibah daerah sekitar Rp7 juta dalam satu tahun. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan organisasi dan berbagai kegiatan yang telah direncanakan.
“Dana hibah dari daerah sekitar Rp7 juta setahun. Kalau digunakan untuk kegiatan, anggaran itu sudah habis, sedangkan pembinaan atlet juga tetap membutuhkan biaya,” katanya.
Karena itu, kerja sama sponsorship menjadi salah satu opsi untuk memperkuat pembiayaan program. ESI Trenggalek berharap dukungan pihak swasta dapat membantu keberlangsungan kompetisi sekaligus pembinaan atlet muda.
“Karena itu, branding dan menggandeng sponsorship menjadi salah satu terobosan supaya kita bisa lebih mandiri. Dengan begitu, kegiatan dan pembinaan atlet bisa tetap berjalan,” pungkas Alim.
Dengan mengalihkan fokus dari TEC Season 3 menuju Piala Pelajar ESI Trenggalek, agenda esports di Trenggalek pada 2026 diarahkan lebih kuat pada proses regenerasi. Pelajar menjadi sasaran utama untuk menemukan pemain potensial yang dapat dipersiapkan menghadapi kompetisi di masa mendatang, termasuk Porprov 2027.






