TSL 2026 Bergulir November, 32 Klub Diminta Lengkapi Syarat

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Askab PSSI Trenggalek mensosialisasikan persiapan TSL 2026 kepada klub peserta.

Askab PSSI Trenggalek mensosialisasikan persiapan TSL 2026 kepada klub peserta.

RagamWarta.com – Persiapan Trenggalek Soccer League (TSL) 2026 memasuki tahap pematangan administrasi. Askab PSSI Trenggalek mulai mengingatkan klub-klub peserta agar segera memastikan legalitas dan kelengkapan administrasi sebelum kompetisi sepak bola lokal tersebut dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

 

Persiapan itu dibahas dalam sosialisasi yang mempertemukan Askab PSSI Trenggalek dengan perwakilan klub peserta. Forum tersebut menjadi kesempatan untuk menyamakan pemahaman mengenai ketentuan yang harus dipenuhi klub sebelum turun dalam kompetisi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Salah satu persyaratan yang menjadi perhatian adalah penggunaan aplikasi SIAP, sistem administrasi yang mengacu pada ketentuan Asprov PSSI Jawa Timur. Selain itu, klub juga dituntut mempunyai legalitas badan hukum.

 

Exco Askab PSSI Trenggalek Budi Santoso mengatakan persyaratan tersebut bukan hal baru bagi klub. Menurutnya, Askab telah beberapa kali menyampaikan pentingnya pemenuhan administrasi tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

 

“Persyaratan ini sebenarnya sudah kami sampaikan sejak beberapa tahun lalu. Klub kami arahkan untuk memiliki aplikasi SIAP sekaligus melengkapi legalitas badan hukum,” ujar Budi.

 

Namun, proses pemenuhan persyaratan tersebut belum dilakukan secara menyeluruh. Dari 32 klub anggota Askab PSSI Trenggalek, baru sebagian yang telah memenuhi dua ketentuan utama tersebut.

 

Saat ini tercatat 8 klub sudah mempunyai badan hukum sekaligus menggunakan aplikasi SIAP. Sementara klub lainnya masih perlu menyelesaikan proses administrasi sebelum kompetisi berlangsung.

 

Budi menegaskan Askab PSSI Trenggalek tidak hanya memberikan batasan atau persyaratan kepada klub, tetapi juga berupaya membantu proses pemenuhannya.

 

“Kami akan mendorong dan membantu klub-klub yang ada di Trenggalek supaya bisa memenuhi aturan yang telah ditetapkan Asprov PSSI Jawa Timur,” katanya.

 

32 Klub Terbagi dalam Liga 1 dan Liga 2

 

TSL 2026 rencananya tetap menjadi wadah kompetisi berjenjang bagi klub sepak bola di Kabupaten Trenggalek. Dari total 32 klub anggota Askab PSSI Trenggalek, sebanyak 8 klub berada di Liga 1, sedangkan 24 klub lainnya berada di Liga 2.

 

Pembagian tersebut membuat kompetisi tahun ini tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari sistem promosi dan degradasi antarkasta.

 

Untuk Liga 1, delapan klub peserta akan dibagi menjadi 2 grup. Masing-masing grup dihuni 4 tim. Dua tim terbaik dari setiap grup kemudian berhak melanjutkan perjuangan ke babak 4 besar.

 

Empat tim tersebut akan bersaing untuk menentukan klub yang berhak menjadi juara TSL 2026.

 

Menariknya, pertarungan di Liga 1 tidak hanya berlangsung di papan atas. Posisi bawah klasemen juga memiliki konsekuensi terhadap keberlangsungan klub di kasta tertinggi.

 

Tim yang berada di posisi ketiga Liga 1 akan menjalani pertandingan playoff melawan salah satu finalis Liga 2. Sementara klub yang mengakhiri kompetisi di posisi keempat harus turun kasta ke Liga 2 pada musim berikutnya.

 

Format tersebut membuat setiap pertandingan memiliki arti penting. Klub tidak hanya dituntut mengejar posisi juara, tetapi juga harus berusaha menghindari zona degradasi.

 

TSL 2026 Jadi Jalan Pemain Lokal Berkembang

 

Di balik persiapan kompetisi dan berbagai persyaratan administrasi, Askab PSSI Trenggalek memiliki target yang lebih besar melalui penyelenggaraan TSL 2026.

 

Kompetisi lokal tersebut diharapkan menjadi tempat bagi pesepak bola asal Trenggalek untuk memperoleh jam terbang, meningkatkan kemampuan, sekaligus membuka peluang menembus kompetisi dengan level yang lebih tinggi.

 

Budi menyebut keberadaan liga daerah penting untuk membangun ekosistem pembinaan pemain secara berkelanjutan.

 

“Harapannya pemain-pemain Trenggalek bisa berkembang dan nantinya ada yang mampu mengorbit hingga ke level yang lebih tinggi,” tutur Budi.

 

Menurutnya, kompetisi lokal dapat menjadi salah satu tahapan bagi pemain muda maupun pemain daerah untuk menunjukkan kemampuan di hadapan klub-klub yang memiliki jenjang kompetisi lebih tinggi.

 

Perkembangan pemain lokal dari kompetisi Trenggalek juga telah memiliki contoh. Budi menyebut Toni Firmansyah, pemain yang disebutnya merupakan binaan dari Panggul dan kemudian mampu melanjutkan karier hingga memperkuat Persebaya di kompetisi Liga 1.

 

“Tahun 2023 ada pemain yang sekarang memperkuat Persebaya. Toni Firmansyah merupakan binaan Panggul, kemudian mengorbit bersama tim Panggul dan sekarang bermain di Persebaya,” ungkapnya.

 

Klub Diminta Segera Berbenah

 

Dengan target kick-off pada November 2026, pekerjaan rumah Askab PSSI Trenggalek dan klub peserta kini tidak hanya berkaitan dengan persiapan teknis pertandingan.

 

Kelengkapan legalitas dan administrasi menjadi bagian penting agar kompetisi dapat berjalan sesuai ketentuan sepak bola yang berlaku di tingkat provinsi.

 

Askab PSSI Trenggalek pun mendorong klub yang belum memenuhi persyaratan agar segera melakukan pembenahan. Pendampingan akan dilakukan supaya proses pemenuhan administrasi dapat berjalan lebih mudah.

 

Jika seluruh persyaratan dapat diselesaikan, TSL 2026 diharapkan menjadi kompetisi yang tidak hanya kompetitif dari sisi pertandingan, tetapi juga semakin tertata dari sisi tata kelola klub.

 

Dengan komposisi 8 klub Liga 1 dan 24 klub Liga 2, TSL 2026 juga diproyeksikan memberikan ruang lebih luas bagi pemain lokal untuk mendapatkan pengalaman kompetitif.

 

Kompetisi yang dijadwalkan bergulir November tersebut sekaligus menjadi momentum bagi sepak bola Trenggalek untuk memperkuat pembinaan dari tingkat lokal menuju jenjang yang lebih tinggi.

 

Berita Terkait

Uji KIR Trenggalek Berhasil Raih Juara 3 Nasional, 2.994 Kendaraan Belum Diuji
Dua Kebakaran Terjadi di Tasikmadu Trenggalek dalam Sehari, Kerugian Capai Rp15 Juta
Masa Tugas Pj Sekda Trenggalek Diperpanjang 3 Bulan, Begini Mekanismenya
416 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Trenggalek hingga September 2026, Pelajar Jadi Sorotan
Pelatihan Telur Asin Rutan Trenggalek, 15 Warga Binaan Dibekali Ilmu Usaha
Pengawasan MBG Trenggalek Diperketat, SPPG Wajib Ulang Sertifikasi Higiene
Hasil Pemeriksaan Makanan MBG SPPG Karangan Terungkap, Bacillus Cereus Ditemukan
Tembus 80,84 Persen, Penyaluran Pupuk Subsidi Trenggalek Dapat Tambahan NPK 1.030 Ton

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:42 WIB

TSL 2026 Bergulir November, 32 Klub Diminta Lengkapi Syarat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Uji KIR Trenggalek Berhasil Raih Juara 3 Nasional, 2.994 Kendaraan Belum Diuji

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Dua Kebakaran Terjadi di Tasikmadu Trenggalek dalam Sehari, Kerugian Capai Rp15 Juta

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Masa Tugas Pj Sekda Trenggalek Diperpanjang 3 Bulan, Begini Mekanismenya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Pelatihan Telur Asin Rutan Trenggalek, 15 Warga Binaan Dibekali Ilmu Usaha

Berita Terbaru