Optimalkan Kuota, Pemkab Trenggalek Kebut Reaktivasi 16.544 Penerima Bantuan BPJS yang Dinonaktifkan

Jumat, 1 Agustus 2025 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Trenggalek, Christina Ambarwati.

Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Trenggalek, Christina Ambarwati.

RagamWarta.com – 16.544 warga Trenggalek yang sebelumnya menerima bantuan iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) dinonaktifkan dari kepesertaan BPJS Kesehatan. Akibatnya, kelompok masyarakat kurang mampu sementara tidak lagi mendapat akses layanan BPJS gratis.

Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Trenggalek, Christina Ambarwati menyampaikan bahwa penonaktifan dilakukan oleh pihak BPJS Kesehatan pada periode Mei hingga Juni 2025.

“Ada beberapa penyebabnya, seperti kelebihan kuota, belum melakukan perekaman biometrik, data tidak valid karena sudah meninggal atau pindah domisili, serta berada di luar kategori Desil yang ditetapkan,” jelas Christina, Kamis (31/7/2025).

Ia menjelaskan, kuota PBI-JK untuk Kabupaten Trenggalek ditetapkan sebanyak 283.074 jiwa. Namun dalam pelaksanaannya, jumlah peserta yang tercatat mencapai 290.769 jiwa, sehingga terjadi kelebihan hingga 7.605 penerima.

“Yang kelebihan ini tidak langsung kehilangan akses. Mereka bisa tetap di-cover melalui skema PBI Daerah (PBID) yang sudah disiapkan Pemkab. Kalau kuota PBID penuh, masih bisa dibantu melalui program dari BAZNAS. Jadi tidak ada masyarakat yang terlewat,” tegasnya.

Selain soal kuota, pemadanan data juga menjadi faktor penting. Dinsos bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) telah melakukan verifikasi faktual untuk memastikan status masing-masing penerima.

“Dari total 16.544 PBI-JK yang dinonaktifkan, sebanyak 12.568 orang sudah rekam biometrik. Sebanyak 2.133 masih di bawah usia 16 tahun, sehingga belum bisa melakukan perekaman. Sisanya sekitar 1.900 orang belum rekam biometrik,” imbuhnya.

Untuk mempercepat proses, Disdukcapil telah melibatkan operator desa agar mendorong masyarakat melakukan perekaman biometrik di kantor kecamatan. Bagi penerima yang sakit dan tidak bisa datang ke lokasi, akan dilayani dengan metode jemput bola.

“Petugas bisa mendatangi rumah atau fasilitas kesehatan tempat yang bersangkutan dirawat,” ujar Tina.

Setelah proses perekaman selesai, Dinsos akan mengajukan reaktivasi PBI-JK ke Kementerian Sosial. Proses pengaktifan biasanya memakan waktu sekitar dua hari.

“Kami berupaya mengoptimalkan kuota yang ada agar masyarakat yang berhak tetap mendapatkan akses layanan kesehatan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dipilih Lewat Seleksi Terbuka, Ini Alasan Khoirul Ansori Didapuk Direktur PDAM Trenggalek
Mas Ipin Tak Terapkan WFH di Trenggalek, Bila Tidak Ada Bukti Penghematan APBD
Rotasi Kepala Dinas Trenggalek, Ini Daftar Pejabat yang Digeser Mas Ipin
LKPJ Trenggalek 2025 Diserahkan, Wabup Akui Belum Puaskan Publik Meski PDRB Tumbuh
Pemutakhiran Data Bansos Trenggalek Disoroti Gus Ipul, Integrasi Data ke BPS Jadi Kunci
Jadi Lebaran, THR ASN Trenggalek Ditarget Cair Sebelum Cuti Bersama
Begini Alasan Proyek Jalan Ngetal-Kampak Trenggalek Dilengkapi Drainase 1,4 Km
Dapat Bantuan Jembatan dari Prabowo, Bupati Trenggalek Sampaikan Terima Kasih

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 19:06 WIB

Dipilih Lewat Seleksi Terbuka, Ini Alasan Khoirul Ansori Didapuk Direktur PDAM Trenggalek

Kamis, 2 April 2026 - 19:03 WIB

Mas Ipin Tak Terapkan WFH di Trenggalek, Bila Tidak Ada Bukti Penghematan APBD

Rabu, 1 April 2026 - 17:05 WIB

Rotasi Kepala Dinas Trenggalek, Ini Daftar Pejabat yang Digeser Mas Ipin

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:08 WIB

LKPJ Trenggalek 2025 Diserahkan, Wabup Akui Belum Puaskan Publik Meski PDRB Tumbuh

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:03 WIB

Pemutakhiran Data Bansos Trenggalek Disoroti Gus Ipul, Integrasi Data ke BPS Jadi Kunci

Berita Terbaru