Bayi Lahir di RSUD dr Soedomo Tepat 17 Agustus, Dapat Saran Nama “Mahardika”

Minggu, 17 Agustus 2025 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Didampingi istrinya, Direktur RSUD dr. Soedomo Trenggalek Rofiq Hindiono kunjungi kamar ibu bayi yang lahir 17 Agustus.

Didampingi istrinya, Direktur RSUD dr. Soedomo Trenggalek Rofiq Hindiono kunjungi kamar ibu bayi yang lahir 17 Agustus.

RagamWarta.com – Kelahiran seorang bayi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedomo Trenggalek pada Minggu (17/8/2025) menjadi momen spesial.

Bagaimana tidak, bayi laki-laki anak ketiga dari pasangan Hariyanto (38) dan Nila Mustika (34), warga Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan, lahir tepat di peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Bayi dengan berat 3,7 kilogram itu lahir pukul 05.45 WIB melalui persalinan normal. Bagi Nila, tanggal tersebut benar-benar tak disangka karena perkiraan lahir sebelumnya jatuh pada 9 Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak menyangka lahir 17 Agustus karena HPL-nya tanggal 9 lalu mundur hari ini. Senang sekali karena bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia,” ujar Ibu bayi.

Menariknya, bayi tersebut mendapat perhatian khusus dari RSUD dr Soedomo. Direktur RSUD, Rofiq Hindiono bahkan secara langsung menjenguk keluarga dan memberikan saran nama untuk sang bayi.

Dijelaskan Rofiq, bayi yang lahir bertepatan dengan 17 Agustus akan dicatat dan didokumentasikan secara khusus oleh pihak rumah sakit.

“Bayinya lahir dari keluarga muslim, berjenis kelamin laki-laki. Kalau sunnahnya Rasulullah namanya Muhammad atau Ahmad, sedangkan nama tengahnya sudah dari orang tuanya. Untuk akhirnya saya ada saran Mahardika,” kata Rofiq.

Menurutnya nama Mahardika mencerminkan semangat kemerdekaan yang sangat pas untuk bayi laki-laki yang lahir tepat di Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.

Rofiq menegaskan, tahun ini semua kelahiran di RSUD dr Soedomo berlangsung secara normal, tanpa operasi caesar, meski ada satu kasus bayi lahir mati (IUFD).

Nila sendiri tak menutup kemungkinan untuk mengambil saran nama dari direktur rumah sakit tersebut.

“Insyaallah ada unsur kemerdekaannya, bisa menggunakan saran dari Pak Direktur,” ujar orang tua bayi.

Berita Terkait

Gejala Super Flu Mirip Influenza Biasa, Dinkes Trenggalek Jelaskan Cara Memastikannya
Operator Alsintan Trenggalek Masih Terbatas, Banyak Gapoktan Baru Punya Satu Tenaga
Jadi Catatan Ombudsman, Ruang Ibadah Sekolah Rakyat Trenggalek Malah Berisi Gamelan
Segel Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Rusak, Stok Dipindahkan Tanpa Koordinasi
Peredaran Minuman Beralkohol Trenggalek Diatur Ketat, DPRD Ingatkan Pelaku Usaha
Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat
Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel
Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Gejala Super Flu Mirip Influenza Biasa, Dinkes Trenggalek Jelaskan Cara Memastikannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Operator Alsintan Trenggalek Masih Terbatas, Banyak Gapoktan Baru Punya Satu Tenaga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Jadi Catatan Ombudsman, Ruang Ibadah Sekolah Rakyat Trenggalek Malah Berisi Gamelan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Segel Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Rusak, Stok Dipindahkan Tanpa Koordinasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Peredaran Minuman Beralkohol Trenggalek Diatur Ketat, DPRD Ingatkan Pelaku Usaha

Berita Terbaru