Mas Syah: KSB Bendungan Harus Jadi Garda Depan Mitigasi Bencana

Jumat, 28 November 2025 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara foto bersama usai kukuhkan Kampung Siaga Bencana di Kecamatan Bendungan, Trenggalek.

Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara foto bersama usai kukuhkan Kampung Siaga Bencana di Kecamatan Bendungan, Trenggalek.

RagamWarta.com – Kampung Siaga Bencana atau disingkat KSB Bendungan resmi dikukuhkan sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi gempa bumi dan tanah longsor.

Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara menegaskan bahwa KSB harus menjadi garda depan mitigasi bencana di wilayah pegunungan di Trenggalek khususnya di Kecamatan Bendungan.

Menurut Mas Syah, keberadaan KSB sangat penting mengingat kondisi geografis Trenggalek yang rawan bencana.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data BMKG, terdapat potensi gempa dari area pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia (Mega Trust) yang dapat menghasilkan gempa bermagnitudo 8,7 SR.

“Gempa ini juga dimungkinkan berdampak di Kecamatan Bendungan yang hampir seluruh wilayahnya pegunungan,” kata Mas Syah usai kukuhkan KSB di halaman Kantor Kecamatan Bendungan, Jumat (28/11/2025).

Karena itu, masyarakat dinilai harus memiliki kesiapan dasar, terutama mengenai cara evakuasi mandiri dari titik rawan menuju zona aman.

Melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas dalam KSB, warga dapat memahami langkah-langkah menghadapi situasi darurat.

“Masyarakat perlu diberikan edukasi mengenai tanda-tanda awal sebelum tanah longsor. Kemudian apa yang harus dilakukan saat terjadi hujan deras,” imbuhnya.

Selain peningkatan pengetahuan, KSB juga diharapkan memperkuat sistem mitigasi berbasis wilayah. Pemetaan daerah rawan longsor perlu dilakukan dan diperbarui secara berkala.

Rute evakuasi harus jelas, mudah diakses, serta dipahami seluruh lapisan masyarakat agar proses penyelamatan bisa berjalan cepat dan tepat saat bencana terjadi.

Mantan anggota DPRD Trenggalek ini juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas instansi, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri hingga organisasi non pemerintah. Kolaborasi ini dinilai menjadi fondasi utama untuk menciptakan respons bencana yang terstruktur.

“Kesadaran dan kepedulian mereka merupakan kunci utama dalam upaya mitigasi bencana,” tutupnya.

Dengan pengukuhan KSB Bendungan, pemerintah berharap program ini berkembang menjadi sistem kesiapsiagaan yang aktif di tengah masyarakat.

Melalui edukasi, pemetaan risiko, serta kolaborasi berkelanjutan, KSB diharapkan mampu menjadi benteng pertama dalam menghadapi potensi bencana di wilayah pegunungan Trenggalek.

 

Berita Terkait

Dipilih Lewat Seleksi Terbuka, Ini Alasan Khoirul Ansori Didapuk Direktur PDAM Trenggalek
Mas Ipin Tak Terapkan WFH di Trenggalek, Bila Tidak Ada Bukti Penghematan APBD
Rotasi Kepala Dinas Trenggalek, Ini Daftar Pejabat yang Digeser Mas Ipin
LKPJ Trenggalek 2025 Diserahkan, Wabup Akui Belum Puaskan Publik Meski PDRB Tumbuh
Pemutakhiran Data Bansos Trenggalek Disoroti Gus Ipul, Integrasi Data ke BPS Jadi Kunci
Jadi Lebaran, THR ASN Trenggalek Ditarget Cair Sebelum Cuti Bersama
Begini Alasan Proyek Jalan Ngetal-Kampak Trenggalek Dilengkapi Drainase 1,4 Km
Dapat Bantuan Jembatan dari Prabowo, Bupati Trenggalek Sampaikan Terima Kasih

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 19:06 WIB

Dipilih Lewat Seleksi Terbuka, Ini Alasan Khoirul Ansori Didapuk Direktur PDAM Trenggalek

Kamis, 2 April 2026 - 19:03 WIB

Mas Ipin Tak Terapkan WFH di Trenggalek, Bila Tidak Ada Bukti Penghematan APBD

Rabu, 1 April 2026 - 17:05 WIB

Rotasi Kepala Dinas Trenggalek, Ini Daftar Pejabat yang Digeser Mas Ipin

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:08 WIB

LKPJ Trenggalek 2025 Diserahkan, Wabup Akui Belum Puaskan Publik Meski PDRB Tumbuh

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:03 WIB

Pemutakhiran Data Bansos Trenggalek Disoroti Gus Ipul, Integrasi Data ke BPS Jadi Kunci

Berita Terbaru