Novita Hardini Kritik Promosi Pariwisata, Event Jalan Terus Infrastruktur Tertinggal

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novita Hardini, Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan saat rapat kerja bersama Menteri Pariwisata RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (21/1/2026).

Novita Hardini, Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan saat rapat kerja bersama Menteri Pariwisata RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (21/1/2026).

RagamWarta.com – Novita Hardini kritik promosi pariwisata yang dinilai terlalu gencar namun belum diimbangi kesiapan infrastruktur dasar di berbagai destinasi wisata Indonesia.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan itu saat rapat kerja bersama Menteri Pariwisata RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (21/1/2026).

Novita menilai promosi pariwisata Indonesia selama ini dilakukan secara masif hingga ke luar negeri, bahkan melalui media seperti taksi di negara asing.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, langkah tersebut dianggap belum tepat jika kondisi akses menuju destinasi wisata masih belum tertata dengan baik.

“Promosi kita luar biasa gencar, sampai ke luar negeri. Tapi pertanyaannya, apakah infrastruktur kita sudah siap menerima wisatawan? Jelas belum. Harusnya anggarannya dipakai untuk membenahi akses akses jalan menuju destinasi pariwisata dan pemerataan tata ruang pariwisata secara merata,” tegasnya.

Menurut Novita, sebagian anggaran promosi seharusnya dialihkan untuk pembenahan infrastruktur dasar, seperti akses jalan, sanitasi, serta konektivitas antardestinasi menggunakan moda transportasi publik.

“Promosi tanpa kesiapan infrastruktur itu seperti menjual janji. Kementerian pariwisata belum menyiapkan strategi visi jangka panjang yang lebih subtansial untuk kemajuan pariwisata alih alih hanya fokus mengerjakan proyek event saja,” ujarnya.

Infrastruktur Dasar dan Tata Ruang Destinasi Jadi Sorotan

Politisi asal Trenggalek itu juga menyinggung pentingnya implementasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar pemerataan destinasi wisata bisa tercapai.

Ia menilai, lemahnya tata ruang dapat memunculkan ketimpangan kunjungan wisata, seperti penumpukan di satu kawasan dan minimnya pemanfaatan di kawasan lain.

“Overtourism hanya di satu titik saja, dan under utilization di titik lain, serta rusaknya alam karena exploitasi untuk kepentingan wisata berlebihan,” imbuhnya.

Novita menilai Kementerian Pariwisata belum cukup kuat memastikan pembangunan destinasi berjalan selaras dengan tata ruang ekologis.

Selain itu, ia menyoroti lemahnya koordinasi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, KLHK, hingga BUMN dalam pembangunan fisik pendukung pariwisata.

“Pariwisata tidak bisa hanya berbicara event dan promosi saja. Pariwisata harus lebih berani memikirkan grand desain infrastruktur 10 tahun mendatang, jika tidak Pariwisata Indonesia akan tenggelam,” katanya.

Ia juga mengkritisi pengelolaan lingkungan yang masih bersifat reaktif. Menurutnya, banyak bencana di kawasan wisata terjadi karena negara terlambat melakukan pencegahan, bukan karena minimnya potensi.

“Kita sering baru bergerak setelah bencana terjadi. Ironinya, negara gurun (middle east) yang kering saja justru sangat peduli menjaga kelestarian lingkungannya dibanding negara kita yang sudah dianugerahi Tuhan, kaya akan alam,” pungkasnya.

Novita menekankan pentingnya program-program preventif dalam menjaga alam, bukan sekadar penanganan darurat setelah kerusakan terjadi.

Dorong Visi Jangka Panjang dan Langkah Preventif Jaga Lingkungan

Ia juga mendorong agar Kementerian Pariwisata memiliki visi jangka panjang agar Indonesia dapat menjadi global hub tourism seperti negara-negara Timur Tengah yang konsisten membangun industri pariwisata secara berkelanjutan.

Menurutnya, pengembangan pariwisata nasional harus diarahkan pada optimalisasi berbasis tata ruang ekologis dan zonasi yang jelas, termasuk aturan batas harga terendah dan tertinggi produk UMKM lokal di kawasan wisata.

“Indonesia punya peluang besar menjadi global hub tourism bagi wisatawan asing dengan keperluan yang berbeda-beda. Ada yang suka alam, ada yang suka budaya, ada yang suka berbisnis. Maka masing-masing preferency kebutuhan wisatawan adalah dasar grand design zonasi wisata berbasis pengalaman wisata. Tidak hanya sekedar proyek event dan branding saja,” jelasnya.

Novita menegaskan pariwisata berkelanjutan bukan sekadar slogan, melainkan strategi agar Indonesia tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga dihormati sebagai destinasi kelas dunia.

“Pariwisata harus dibangun dengan visi jangka panjang, bukan sekadar promosi. Kalau fondasinya kuat, branding akan datang dengan sendirinya,” tutupnya.

Berita Terkait

Anggaran Pinjaman Trenggalek Masih Muncul di APBD 2027, Begini Penjelasannya
Pemkab Trenggalek Ikut Peringati Hari Jadi Jatim ke-81, Ini Pesan Pj Sekda
Masa Tugas Pj Sekda Trenggalek Diperpanjang 3 Bulan, Begini Mekanismenya
Pemkab Trenggalek Siapkan Anggaran Jalan Panggul Rp3,5 M, Tiga Ruas Jadi Prioritas
Polemik Perubahan Desil, DPRD Trenggalek Dorong Pemutakhiran Data Lewat Musdes
Dispora Trenggalek Siapkan Gebrakan Olahraga 2026, Bidik Bibit Atlet Potensial
Jalan Krandekan-Gandusari Segera Diperbaiki, Disediakan Anggaran Rp10 Miliar
Perda Pilkades Trenggalek 2027 Masih Tunggu Fasilitasi Pemprov Jatim

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:08 WIB

Anggaran Pinjaman Trenggalek Masih Muncul di APBD 2027, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Pemkab Trenggalek Ikut Peringati Hari Jadi Jatim ke-81, Ini Pesan Pj Sekda

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Masa Tugas Pj Sekda Trenggalek Diperpanjang 3 Bulan, Begini Mekanismenya

Rabu, 30 September 2026 - 08:06 WIB

Pemkab Trenggalek Siapkan Anggaran Jalan Panggul Rp3,5 M, Tiga Ruas Jadi Prioritas

Sabtu, 12 September 2026 - 17:36 WIB

Polemik Perubahan Desil, DPRD Trenggalek Dorong Pemutakhiran Data Lewat Musdes

Berita Terbaru