RagamWarta.com – Harga hewan kurban Trenggalek mulai mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Kenaikan terjadi pada penjualan sapi maupun kambing di pasar hewan Trenggalek.
Naiknya harga hewan kurban tahun ini dipicu dari berbagai faktor, seperti meningkatnya permintaan serta berkurangnya stok pasca wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat melanda Trenggalek.
Seperti pengakuan salah satu pedagang kambing asal Jombok Pule, Misrianto bahwa penjualan kambing mulai ramai dalam beberapa hari terakhir. Dari lima ekor kambing yang dibawa ke pasar, empat di antaranya sudah terjual.
“Hari ini saya jual lima ekor, sudah laku empat tinggal satu,” ujarnya saat ditemui di Pasar Hewan Trenggalek, Senin (11/5/2026).
Menurut Misrianto, harga kambing kurban memang mengalami kenaikan, meski tidak terlalu signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Mungkin kenaikannya tidak sampai 20 persen,” katanya.
Ia menyebut harga kambing kurban saat ini bervariasi mulai Rp3,5 juta hingga Rp5 juta per ekor, tergantung ukuran dan kondisi hewan. Seluruh kambing yang dijualnya berasal dari wilayah Pule, Kabupaten Trenggalek.
Selain menjual di pasar, Misrianto mengaku masih memiliki stok sekitar 10 ekor kambing di rumah untuk memenuhi kebutuhan pembeli menjelang Idul Adha.
“Kenaikan harga biasanya sampai mendekati hari terakhir kurban,” imbuhnya.
Stok Sapi Berkurang Pascapandemi PMK
Sementara itu, peternak sapi asal Pogalan bernama Suwadi mengatakan bahwa kenaikan harga sapi tahun ini lebih terasa dibanding tahun lalu. Kenaikan tahun ini mencapai Rp3 juta hingga Rp4 juta per ekor.
“Situasi harga sapi sekarang ada kenaikan sekitar Rp3 juta sampai Rp4 juta per ekor dibanding sebelumnya,” jelasnya.
Menurut Suwadi, kenaikan harga dipengaruhi berkurangnya populasi sapi sejak wabah PMK melanda beberapa waktu lalu. Banyak peternak memilih mengurangi jumlah ternak karena trauma menghadapi penyakit tersebut.
“Waktu ada PMK itu orang-orang trauma memelihara sapi, akhirnya jumlah sapi berkurang banyak di semua daerah,” katanya.
Meski demikian, permintaan hewan kurban terus meningkat mendekati Idul Adha. Suwadi mengaku rutin mengirim sapi hingga ke Jakarta dan memiliki pelanggan tetap yang setiap tahun kembali membeli.
“Kemarin kirim 30 ekor ke Jakarta,” ujarnya.
Saat ini dirinya masih memiliki stok lebih dari 100 ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan pasar hingga Hari Raya Idul Adha.
Pembeli Diminta Teliti Memilih Hewan Kurban
Di tengah meningkatnya transaksi hewan kurban, Suwadi juga mengingatkan masyarakat agar lebih teliti saat memilih sapi kurban. Menurutnya, hewan yang layak kurban harus memenuhi syarat umur, sehat, serta tidak cacat.
“Yang penting sapinya cukup umur, gemuk, sehat, dan tidak cacat,” terangnya.
Ia menjelaskan usia minimal sapi untuk kurban adalah dua tahun, yang biasanya dapat dilihat dari kondisi pergantian gigi hewan tersebut.
“Dilihat dari giginya, biasanya sudah berganti itu tandanya umur sudah cukup,” pungkasnya.






