Bupati Trenggalek dan Istri Pakai Baju Adat Suku Asmat saat Pengibaran Bendera

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen saat Bupati Trenggalek Muchamad Nur Arifin serahkan bendera merah putih untuk dikibarkan di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin (17/8/2026).

Momen saat Bupati Trenggalek Muchamad Nur Arifin serahkan bendera merah putih untuk dikibarkan di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin (17/8/2026).

RagamWarta.com – Pemkab Trenggalek menggelar upacara pengibaran bendera dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Upacara berlangsung khidmat di halaman Pendopo Manggala Praja Nugraha. Kekhidmatan terlihat dari peserta maupun petugas yang mengikuti seluruh rangkaian upacara.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) juga sukses menjalankan tugasnya mengibarkan Sang Merah Putih dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mas Ipin dan Istri Kenakan Baju Adat Suku Asmat

Salah satu yang menarik perhatian dalam upacara tahun ini adalah busana yang dikenakan para peserta. Pemkab Trenggalek menetapkan baju adat Nusantara sebagai dresscode dalam upacara pengibaran bendera.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, bersama istrinya, Novita Hardini Mochamad kompak mengenakan baju adat Suku Asmat, salah satu suku yang berada di wilayah Papua.

Dijelaskan Arifin, pakaian yang dikenakannya merupakan pakaian salah satu suku yang berada di wilayah Papua. Alasan pemilihan busana sebagai representasi keberagaman budaya Nusantara.

“Ini pakaian Suku Asmat, suku terbesar di Kepulauan Papua. Menyebar di daerah pesisir hingga pegunungan. Jadi ini kita pakai,” katanya.

Makna Kemerdekaan bagi Trenggalek

Dalam kesempatan tersebut, Mas Ipin juga mengingatkan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak sekadar menjadi momentum untuk merayakan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan.

Menurutnya, perjuangan bangsa Indonesia tidak langsung berakhir setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Setelah proklamasi, masih terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi bangsa Indonesia.

“Di setiap 17 Agustus kita merayakan dengan gegap gempita, dengan kegembiraan. Tetapi sebagai pribadi kita juga tidak boleh lupa bahwa pasca 17 Agustus 1945, bangsa ini tidak serta merta mencapai kemudahan,” ujarnya.

Ia menyebut bangsa Indonesia masih menghadapi sejumlah agresi dan pemberontakan setelah kemerdekaan diproklamasikan. Perjuangan tersebut berlangsung melalui jalur diplomatik maupun perjuangan bersenjata.

“Tidak boleh kita mengatakan kita merdeka kok masih begini-begini saja. Karena dulu pun ketika Indonesia merdeka kita masih harus menghadapi perjuangan-perjuangan yang tidak selesai. Apakah itu di jalur diplomatik ataupun di jalur perjuangan bersenjata,” lanjutnya.

Karena itu, Mas Ipin menegaskan pemerintah daerah memiliki tekad untuk terus melanjutkan perjuangan dalam mengupayakan kemerdekaan yang sepenuhnya dapat dirasakan masyarakat.

“Kali ini tentunya saya sebagai pemerintah juga memiliki tekad untuk terus berjuang mengupayakan total agar kemerdekaan 100 persen yang dicita-citakan oleh seluruh rakyat bisa tercapai,” pungkas Bupati Trenggalek.

Berita Terkait

Operator Alsintan Trenggalek Masih Terbatas, Banyak Gapoktan Baru Punya Satu Tenaga
Jadi Catatan Ombudsman, Ruang Ibadah Sekolah Rakyat Trenggalek Malah Berisi Gamelan
Segel Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Rusak, Stok Dipindahkan Tanpa Koordinasi
Peredaran Minuman Beralkohol Trenggalek Diatur Ketat, DPRD Ingatkan Pelaku Usaha
Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat
Satpol PP Trenggalek Bertindak Tegas, Gerai Miras Sari Jaya Akhirnya Disegel
Geruduk Gerai Miras, Ansor-Banser Trenggalek Beri Tenggat 2×24 Jam untuk Pengangkutan Stok
Gerai Minuman Keras Ilegal di Trenggalek Ditutup, Tak Penuhi Syarat Izin

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Operator Alsintan Trenggalek Masih Terbatas, Banyak Gapoktan Baru Punya Satu Tenaga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Jadi Catatan Ombudsman, Ruang Ibadah Sekolah Rakyat Trenggalek Malah Berisi Gamelan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Segel Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Rusak, Stok Dipindahkan Tanpa Koordinasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Peredaran Minuman Beralkohol Trenggalek Diatur Ketat, DPRD Ingatkan Pelaku Usaha

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Perizinan Gerai Miras Sari Jaya Trenggalek Terkuak, Belum Ada Izin yang Tercatat

Berita Terbaru

Pihak kepolisian dari Polsek Watulimo olah TKP di kolam renang

Peristiwa

Kecelakaan Renang di Trenggalek, Siswi Kelas IV SD Jadi Korban

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:07 WIB