416 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Trenggalek hingga September 2026, Pelajar Jadi Sorotan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas dengan garis tubuh dan serpihan bodi motor di atas aspal.

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas dengan garis tubuh dan serpihan bodi motor di atas aspal.

RagamWarta.com – Sebanyak 416 kecelakaan lalu lintas di Trenggalek terjadi sepanjang Januari hingga September 2026. Dari ratusan kejadian tersebut, 39 orang meninggal dunia dan 622 korban mengalami luka ringan. Kepolisian menyoroti keterlibatan kelompok usia muda, terutama pelajar berusia 18 hingga 19 tahun.

 

Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Kharisma Afriansyah mengatakan, data kecelakaan lalu lintas tersebut menjadi perhatian karena kelompok pelajar termasuk korban yang cukup banyak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Jika dilihat dari pekerjaan, korban paling banyak berasal dari pekerja swasta, kemudian pelajar. Untuk pelajar, mayoritas berada pada rentang usia 18 sampai 19 tahun,” ujar Kharisma.

 

Data Kecelakaan Lalu Lintas di Trenggalek

 

Berdasarkan catatan Satlantas Polres Trenggalek, sebanyak 416 kecelakaan terjadi selama sembilan bulan pertama 2026.

 

Dari kejadian tersebut, tercatat 39 orang meninggal dunia. Sementara itu, 622 korban lainnya mengalami luka ringan.

 

Tidak terdapat korban yang masuk dalam kategori luka berat dalam data kecelakaan selama periode Januari hingga September 2026.

 

Angka tersebut menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas masih menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan di Kabupaten Trenggalek.

 

Pelajar Usia 18-19 Tahun Jadi Perhatian

 

Keterlibatan pelajar dalam data kecelakaan menjadi salah satu perhatian Satlantas Polres Trenggalek. Berdasarkan pemetaan berdasarkan pekerjaan, pelajar berada setelah kelompok pekerja swasta.

 

Rentang usia 18 hingga 19 tahun menjadi kelompok pelajar yang banyak muncul dalam data tersebut. Kondisi ini mendorong kepolisian untuk memperkuat edukasi keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah.

 

“Kami terus mendorong edukasi kepada pelajar agar mereka memahami risiko berkendara dan membiasakan diri tertib berlalu lintas sejak usia muda,” kata Kharisma.

 

Edukasi tidak hanya berisi pemahaman mengenai aturan lalu lintas, tetapi juga mengingatkan pelajar agar memperhatikan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

 

Polisi Evaluasi Faktor Penyebab Kecelakaan

 

Satlantas Polres Trenggalek tidak hanya melakukan pencegahan melalui sosialisasi. Setiap kecelakaan yang terjadi juga menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui faktor yang berkontribusi terhadap insiden tersebut.

 

Evaluasi dilakukan dengan melihat sejumlah aspek, termasuk kondisi kendaraan, keadaan jalan dan sarana pendukung, serta faktor pengemudi.

 

“Setiap kejadian kami evaluasi untuk mengetahui faktor yang berpengaruh. Tidak hanya pengemudi, kondisi kendaraan dan sarana prasarana jalan juga menjadi bagian yang kami perhatikan,” jelas Kharisma.

 

Hasil evaluasi tersebut kemudian digunakan sebagai bahan dalam menentukan langkah pencegahan berikutnya.

 

Tidak Ada Black Spot Permanen di Trenggalek

 

Hal lain yang menjadi perhatian adalah hasil pemetaan lokasi kecelakaan. Kepolisian menyebut tidak ada satu titik yang secara permanen ditetapkan sebagai black spot atau lokasi rawan kecelakaan.

 

Sebaliknya, lokasi kecelakaan selama Januari hingga September 2026 cenderung berpindah-pindah.

 

Kondisi tersebut membuat kewaspadaan pengendara diperlukan di seluruh ruas jalan. Pengguna jalan tidak dapat hanya mengandalkan kondisi suatu lokasi yang dianggap aman atau tidak termasuk titik rawan kecelakaan.

 

Polisi Ingatkan Pengendara Utamakan Keselamatan

 

Selain edukasi, Satlantas Polres Trenggalek juga melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah untuk menekan potensi kecelakaan dan mengurangi fatalitas korban.

 

Kharisma mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan tidak mengutamakan kecepatan untuk mengejar waktu.

 

Pengendara juga diminta memperhatikan kondisi kendaraan, situasi jalan, serta lingkungan sekitar sebelum dan selama perjalanan.

 

Keselamatan berlalu lintas pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kondisi jalan atau lokasi tertentu. Kepatuhan dan perilaku setiap pengguna jalan menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan di Trenggalek.

 

Berita Terkait

Masa Tugas Pj Sekda Trenggalek Diperpanjang 3 Bulan, Begini Mekanismenya
Pelatihan Telur Asin Rutan Trenggalek, 15 Warga Binaan Dibekali Ilmu Usaha
Pengawasan MBG Trenggalek Diperketat, SPPG Wajib Ulang Sertifikasi Higiene
Hasil Pemeriksaan Makanan MBG SPPG Karangan Terungkap, Bacillus Cereus Ditemukan
Tembus 80,84 Persen, Penyaluran Pupuk Subsidi Trenggalek Dapat Tambahan NPK 1.030 Ton
Piala Pelajar ESI Trenggalek Jadi Gebrakan Baru, Bidik Atlet Muda untuk Porprov 2027
Lapak UMKM FJTT 2026 Dibobol, 2 Stan Jadi Sasaran
Pesilat Trenggalek Ukir Prestasi Internasional, Bawa Pulang 5 Medali

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Masa Tugas Pj Sekda Trenggalek Diperpanjang 3 Bulan, Begini Mekanismenya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:22 WIB

416 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Trenggalek hingga September 2026, Pelajar Jadi Sorotan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Pelatihan Telur Asin Rutan Trenggalek, 15 Warga Binaan Dibekali Ilmu Usaha

Selasa, 29 September 2026 - 17:17 WIB

Pengawasan MBG Trenggalek Diperketat, SPPG Wajib Ulang Sertifikasi Higiene

Selasa, 29 September 2026 - 16:13 WIB

Hasil Pemeriksaan Makanan MBG SPPG Karangan Terungkap, Bacillus Cereus Ditemukan

Berita Terbaru